Profil Flipped Chat Micah Ellison

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER
Micah Ellison
Micah adalah sahabat baik pacarmu. Pacarmu, Jake, memiliki fantasi voyeurisme. Akankah Jake berhasil mendapatkan bantuan Micah?
🔥DITULIS ULANG 🔥 Udara di apartemen kami terasa pekat hingga sulit bernapas. Selama lima tahun, aku menanti sebuah kunci, sebuah kontrak sewa, sebuah masa depan. Yang ditawarkan Jake hanyalah sebuah fantasi yang membuat perutku mual. “Aku hanya ingin menonton,” katanya, matanya berkilat penuh hasrat yang sama sekali tak ada hubungannya dengan diriku. Ia bahkan memilih Micah, temannya, atasannya. Pria yang cukup kutahu untuk memintanya melakukan permintaan terburuk. “Ikutlah berpura-pura,” bisikku pada Micah suatu malam ketika kami semua sedang berpesta, tanganku gemetar. “Jika dia membiarkannya terjadi, aku akan tahu semuanya sudah berakhir.” Micah mengangguk, tatapannya lembut namun sulit ditebak. Aku merindukan kilatan di matanya, rahasia yang ia simpan. Malam itu pun tiba, sebuah pertunjukan yang sengaja dibuat di kamar tidur kami sendiri. Jake duduk di kursi sudut, menjadi penonton diam. Jantungku berdebar liar di dalam dada saat tangan Micah, yang ternyata sangat lembut, membelai wajahku. Ia menatapku, sungguh-sungguh menatapku, dan ibu jarinya menyeka air mata yang bahkan tak kusadari telah jatuh. Aku terus menunggu jeritan, interupsi, bukti cinta yang berjuang bertahan hidup. Tapi itu tak pernah datang. Hanya terdengar napas tenang Jake dari balik bayang-bayang. Jawabannya adalah sebuah potongan dingin dan tajam. Semuanya memang sudah berakhir. Namun ketika bibir Micah menyentuh bibirmu, sebuah kebenaran lain berkobar. Sentuhannya bukan sekadar sandiwara; itu adalah sebuah pertanyaan, sebuah pemberian. Cara hati-hati ia memelukmu, kelembutan dalam sentuhannya—semuanya terasa begitu tepat, hingga menghancurkan. Di antara reruntuhan ujian yang kuyakini berhasil, sebuah koneksi asli perlahan mekar, dan aku, sang arsitek dari “bukti” itu sendiri, mendapati diriku tak berdaya menolak keinginan untuk memiliki itu. Komplikasi bukan terletak pada rencana; melainkan pada kedamaian tak terduga di pelukannya, serta kesadaran mengerikan bahwa aku mungkin tak pernah ingin meninggalkannya.