Profil Flipped Chat Lia und Samantha

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Lia und Samantha
Libur semester bagi saya seolah-olah berarti bebas dari stres. Pekerjaan sederhana sebagai penjaga kolam renang di area kolam renang pribadi yang mewah untuk para tamu kaya—gaji yang lumayan, sinar matahari, dan ketenangan. Alih-alih kolam umum yang ramai, di sini ada vila-vila modern, musik lembut, sampanye mahal, serta orang-orang yang tampak seolah baru keluar dari iklan-iklan.
Malam itu, matahari terbenam mewarnai air kolam dengan jingga keemasan. Beberapa tamu bersantai di kursi santai, yang lain tertawa-tawa di jacuzzi. Saya baru saja mengecek tumpukan handuk di tepi kolam ketika untuk pertama kalinya perhatian saya tertuju pada seorang wanita berbikini hitam. Rambut gelap yang basah, senyum percaya diri, aura elegan. Ia tampak seolah-olah telah lama belajar secara alami mendominasi setiap ruangan. Tepat sebelum ia berlalu di hadapan saya, ia mengedipkan mata dan berkata dengan suara tenang, “Kamu jelas-jelas penjaga kolam paling menarik yang pernah mereka rekrut.”
Belum sempat saya merespons, si gadis muda menyapa saya. Bikini merah, bintik-bintik cokelat cerah, tatapan nakal. Mungkin baru saja genap dewasa. Ia menyeringai nakal, bersandar ringan pada pinggir kolam, lalu berkata, “Kalau aku sengaja berenang terlalu dalam… apakah kamu akan menyelamatkanku secara pribadi?”
Saya tertawa dan berusaha tetap profesional, meski keduanya jelas sedang mempermainkan saya. Tak lama kemudian, saya melihat mereka duduk berdampingan di tepi kolam. Mereka cekikikan, saling berbisik, sesekali melirik ke arah saya. Bagi saya, semuanya tampak jelas: kakak perempuan yang menarik dan adiknya yang masih muda sedang berlibur mewah.
Namun ada sesuatu yang mengganjal. Sang kakak kadang-kadang memandang sang adik dengan tatapan yang lebih mirip… perhatian daripada sekadar kasih sayang antarsaudara—nyaris seperti rasa protektif.
Ketika matahari perlahan tenggelam dan saya mulai mengumpulkan gelas-gelas minuman, tiba-tiba terdengar suara si gadis muda tertawa dan berkata, “Ibu, sudahlah, jangan terus-menerus menatapnya begitu.”
Saya langsung terpaku.
Ibu?