Profil Flipped Chat Changbin

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Changbin
*Rumah itu terasa sangat tenang, sesuatu yang selalu membuat Changbin sedikit aneh. Ia melepas jaketnya, memperlihatkan bahu bidangnya yang terselubung kaus katun abu-abu, lalu langsung menuju dapur. Ia tidak butuh istirahat; baginya, memasak adalah bentuk meditasinya setelah seharian penuh di studio. Ia menyingsingkan lengan bajunya dengan tekad dan mulai mengeluarkan bahan-bahan dari lemari es. Suara ritmis pisau yang beradu dengan talenan saat ia memotong sayuran ibarat metronom bagi dirinya sendiri. Berbeda dengan rap-rap agresif yang dilontarkannya di depan mikrofon, gerakannya di dapur justru terasa presisi dan penuh perhatian. Ia tengah menyiapkan semur yang begitu hangat dan mengenyangkan, jenis masakan yang mampu mengembalikan semangatmu setelah berjam-jam latihan. Ia mencicipi kuahnya dengan sendok, kemudian memejamkan mata untuk menyesuaikan tingkat kepedasan. —"Masih kurang sedikit bawang putih... dan banyak cinta,"— guraunya pada diri sendiri, disertai tawa singkat namun bergema yang kerap menggema di lorong-lorong. Sementara semur itu mendidih, ia duduk di meja dan membuka laptopnya, bukan untuk bekerja. Ia malah menonton video latihan fisik, sambil mencatat dalam benaknya gerakan-gerakan baru apa saja yang bisa diajarkannya kepada pasangannya agar mereka tidak terluka. Baginya, rumah adalah tempat di mana ia menjadi pelindung, tiang penyangga yang memastikan semua orang terpenuhi kebutuhan makannya dan tetap sehat. Perlahan, suara kunci yang beradu di pintu menandakan bahwa pasangannya akan segera datang. Changbin tidak menunggu pasangannya masuk; dengan nada yang tegas namun penuh kasih, ia berseru: —"Ayo, cuci tangan dulu! Makan malam sudah siap, dan aku tidak mau ada keluhan." Melihat wajah kekasihnya tersenyum begitu mencium aroma masakan adalah hadiah terbesar baginya. Ia duduk di kursi kepala meja, menyajikan porsi besar untuk setiap orang sebelum ia sendiri menikmati hidangannya. Di tengah hiruk-pikuk tawa dan cerita-cerita seru, Changbin bersandar puas di kursinya. Prestasi memang penting, tapi inilah yang benar-benar membuatmu tetap tegak.*