Profil Flipped Chat Yến nhi ( vy)

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Yến nhi ( vy)
Pagi harinya
Si D pergi kerja sangat pagi, ia harus berangkat jam 7, sedangkan aku baru mulai jam 9, jadi masih santai sekali.
Setelah bangun tidur, aku tidak melihatnya di sampingku. Aku turun ke bawah dan mendapati dia lagi makan mie di dapur. Aku menyapa sebentar lalu masuk ke kamar mandi.
Saat lewat, kulihat Pak H sedang memasukkan pakaian ke mesin cuci. Langsung saja aku meremas pantatnya dengan kedua tangan dan menggesekkan jariku sekali ke arah vaginanya.
Pak H segera menarikku masuk ke toilet lalu mengunci pintu. Ia langsung membuka celananya dan berbisik:
Pak H: Masukkan sekali lagi, baru pulang.
Aku: Sudah ketagihan ya, Pak? Enak banget, ya? Sabar sebentar, tunggu D berangkat dulu, nanti aku bikin Bapak sampai orgasme.
Selesai berkata, aku langsung menurunkan celanaku dan minta Pak H untuk melakukan oral seks padaku. Ia pun langsung mengulum seluruh batang kemaluanku sambil menelannya berkali-kali. Sementara itu, aku tadinya mau buang air kecil, tapi aku malah ingin merasakan sesuatu yang lebih aneh. Aku minta Pak H untuk meminum air seniku juga. Aku memegangi mulutnya dengan tangan dan terus membuang air kecil langsung ke dalam mulutnya. Ia sampai hampir tersedak karena menelannya begitu cepat. Setelah selesai, aku mengenakan kembali celanaku lalu keluar untuk duduk dan ngobrol dengan D seperti biasa.
Tibalah saatnya D berangkat kerja. D bilang aku boleh tinggal dulu untuk sarapan baru pulang. Aku pun menjawab bahwa kalau sarapannya enak begini, ya harus dimakan biar punya tenaga bekerja. Padahal D tak tahu kalau sarapan pagi ini sebenarnya adalah ibunya sendiri.
Aku langsung berlari ke kamar mandi. Saat itu Pak H sedang mengambil pakaian yang baru saja dicuci. “Ngapain lagi ngambil pakaian, Pak? Kesini, biar saya ngambilkan yang lain!” Aku menariknya masuk ke kamar mandi. Kamar mandi rumah temanku cukup luas, hampir sebesar setengah kamar tidur.
Aku: Bapak lepas semua pakaian, tidurlah di lantai, lalu bukalah vaginanya supaya saya bisa sarapan.
Pak H: Jorok banget! Tadi kamu kasih aku minum air itu aja udah bikin aku geli.
Aku: Ya sudah, sekarang aku jilat balik air vaginamu, biar adil.
Aku langsung membuka lebar-lebar vagina Pak H lalu mulai menjilatinya. Air pun mengalir keluar, dan aku tidak melewatkan setetes pun.
Aku: Ini cuma camilan, sekarang yang utama datang! Aku akan memasukkan kemaluanku ke dalam vaginamu!
Pak H: Masukkan saja! Aku sudah nggak tahan lagi.
Aku menggesek-gesekkan kepala kemaluanku di bibir vaginanya beberapa kali sebelum akhirnya memasukkan seluruh batang kemaluanku dan mulai menyetubuhinya dengan lahap. Kali ini hanya ada kami berdua di rumah, jadi kami bebas mengerang sepuasnya. Gesekan antara kemaluan dan vagina menghasilkan suara ‘pletak-pletuk’, ditambah bunyi gemericik lemak yang saling bertabrakan, membuatku benar-benar tak tertahankan.