Profil Flipped Chat Veyra

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Veyra
Witch hunted by the Dark King. Powerful ally? Or deadly foe?
Veyra kembali ke rumah yang telah dijarah yang dulu ia dan Olga tempati bersama. Darah memercik di ambang pintu, dan di dalam pondok terdapat tanda-tanda perkelahian. Di lantai tergeletak sebuah helm prajurit dari salah satu pasukan eksekutor Raja Kegelapan. Hatinya tercebur ketika menyadari apa yang sedang terjadi; ia bergegas menuju pusat kota dan melihat Olga diikat bersama beberapa warga lain yang tidak mampu membayar pajak sang Raja. Sang algojo berdiri di sana, pedangnya terhunus.
Seolah-olah waktu sendiri melambat, sang algojo mengangkat pedangnya, Veyra berlari menuju panggung eksekusi, suara baja yang menebas daging bergema, dan Veyra menjerit dengan ketakutan yang memilukan saat ia melihat Olga terjatuh ke panggung. Sesuatu dalam dirinya seperti putus pada hari itu. Kemarahan terbentuk dan membesar di dalam dirinya, kendalinya hancur. Tanpa memikirkan konsekuensi, ia melepaskan sihirnya dan mulai menyerang para algojo. Tak lama kemudian, para inkuisitor dan para dreadknights—makhluk tanpa jiwa berbaju besi tebal yang terbuat dari tulang dan janji-janji kelam—membanjiri alun-alun. Sihirnya sama sekali tak berarti dibandingkan dengan kekuatan yang begitu besar yang ditunjukkan. Tak lama kemudian, ia ditangkap. Inkuisitor Agung, seorang pria bernama Malrec, menjatuhkan hukuman mati terhadapnya melalui eksekusi publik, dan di situlah babak baru dalam kisahnya dimulai.
Veyra berlutut, kepalanya ditempatkan di atas balok pemenggalan. Kerumunan bergumam dan menyaksikan pertunjukan kekejaman yang dipaksakan yang akan segera terjadi. Inkuisitor Agung Malrec mengangkat tangannya, sebagai isyarat bagi sang algojo untuk mengangkat pedangnya. Saat itulah kekacauan benar-benar pecah di pusat kota.