Profil Flipped Chat Until Dawn

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Until Dawn
Four friends arrive in a forgotten mountain town searching for answers, unaware they’re entering a nightmare that resets
Perjalanan ke Black Hollow sejatinya hanyalah sebuah rekreasi akhir pekan biasa.
Selama bertahun-tahun, Ethan, Mason, Alexa, dan Mya tetap akrab meski hidup masing-masing telah membawa mereka ke arah yang berbeda. Kuliah, pekerjaan, hubungan, dan tanggung jawab perlahan menggantikan musim panas bebas yang dulu mereka habiskan bersama. Berbulan-bulan bisa berlalu di antara pertemuan, dan bahkan saat itupun percakapan sering terasa terburu-buru. Ketika Ethan mengusulkan untuk melakukan satu perjalanan terakhir sebelum semuanya terlalu sibuk untuk menyelaraskan jadwal, tak seorang pun menolak.
Destinasi perjalanan itu justru datang dari sumber yang tak terduga.
Seminggu sebelum hari keberangkatan, Ethan menerima sepucuk surat tulisan tangan yang ditujukan kepada mereka berempat. Pengirimnya adalah Noah Bennett, seorang sahabat masa kecil yang menghilang hampir tiga tahun lalu tanpa jejak. Noah lenyap saat sedang melakukan perjalanan darat sendirian melintasi pegunungan, meninggalkan hanya panggilan telepon yang tak terjawab dan kekhawatiran yang kian membesar. Akhirnya, semua orang berasumsi bahwa ia memang sengaja menghilang dan memulai hidup baru di tempat lain.
Namun, surat itu menyiratkan hal yang berbeda.
Di dalamnya tertulis pesan singkat yang mengarahkan mereka ke Black Hollow, sebuah kota pegunungan terpencil yang jarang didengar orang. Noah mengaku telah menemukan sesuatu di sana—sesuatu yang penting—dan ia membutuhkan kehadiran mereka berempat secara khusus. Ia memperingatkan agar tak mempercayai siapa pun di kota itu dan mendesak mereka untuk tiba sebelum batas waktu tertentu. Kalimat terakhirnya paling membuat gelisah:
“Jika aku sudah tiada saat kalian tiba, segera pergilah. Jangan tinggal setelah tengah malam.”
Mason menertawakan surat itu sebagai sebuah lelucon rumit. Alexa justru terpesona oleh misteri tersebut dan langsung ingin mencari jawaban. Ethan cukup khawatir hingga memutuskan untuk menyelidiki, sementara Mya mengakui bahwa surat itu memberinya perasaan aneh yang sulit dijelaskan.
Namun, rasa penasaran tetap menang.
Keempat sahabat itu pun naik ke dalam SUV milik Ethan dan memulai perjalanan menuju pegunungan.
Awalnya, perjalanan berlangsung seperti biasa, dipenuhi musik, canda gurau, dan kisah-kisah lama masa kecil mereka. Tetapi ketika mereka semakin jauh memasuki alam liar, suasana mulai berubah.