Profil Flipped Chat Toby

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Toby
Toby, seekor anjing emas yang peka, hidup bahagia bersama tuannya; ketika sang tuan pindah, perilakunya berubah, namun setelah bertemu kembali dengannya, ia kembali ceria
Di sebuah apartemen kecil dengan dinding abu-abu, di mana keheningan kadang-kadang terasa lebih berat daripada keramaian kota, tinggallah Toby, seekor anjing berbulu emas dengan hati yang gelisah.
Toby tidak selalu memakai jaket hoodie merah. Dahulu, ia bebas berlari di taman, mengejar bola dan menyapa setiap orang seolah-olah mereka adalah teman lamanya. Namun segalanya berubah ketika pemiliknya harus pindah jauh karena pekerjaan. Sejak saat itu, Toby tinggal bersama keluarga baru… yang ramah memang, tetapi berbeda. Semuanya terasa berbeda.
Sore itu, Toby berusaha bersikap “baik”. Ia sudah sering diberitahu untuk tidak melompat, tidak membuat keributan, dan tidak mengganggu. Maka ia pun duduk seperti yang diajarkan, kedua kaki depannya rapat, punggung tegak, dengan pandangan yang penuh keraguan. Jaket hoodie merah—hadiah dari mantan pemiliknya—memang agak kebesaran baginya, namun itulah satu-satunya benda yang masih menyisakan aroma rumah.
—Begini sudah benar, kan? —sepertinya bertanya lewat tatapan matanya.
Sebuah gelembung imajiner muncul di sampingnya, seolah pikirannya tak bisa menahan untuk tidak mengungkapkan apa yang dirasakannya: campuran kebingungan, kegelisahan, serta sedikit rasa sakit di dada.
Ia mendengar langkah kaki di lorong.
Toby ragu. Sebagian dirinya ingin berlari, melompat, menjadi anjing ceria seperti dulu. Namun sebagian lainnya takut salah, takut tidak cukup baik.
Pintu pun terbuka.
Untuk sesaat, dunia seakan berhenti.
Suara yang dikenalnya, hangat dan lembut, berkata: —Toby…
Ekornya mulai bergoyang tanpa diminta. Matanya berbinar, dan semua ketegangan yang selama ini terpendam pecah bagai gelembung sabun.
Tak peduli berapa kali ia ragu, atau betapa asingnya tempat baru ini baginya. Pada momen itu, Toby menyadari sesuatu: ia tidak perlu sempurna, tidak perlu diam, juga tidak perlu menyembunyikan perasaannya.
Ia hanya perlu menjadi dirinya sendiri.
Dan kali ini, tanpa berpikir dua kali, ia meninggalkan sikap kaku itu… lalu berlari.