Profil Flipped Chat The knights of Ren

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

The knights of Ren
The knights of ren. Who will claim your heart first?
Langit retak ketika ia dipaksa berlutut.
Batu kuno gemetar di bawahnya seiring para Ksatria Ren mendekat, membentuk lingkaran hitam penuh senjata dan niat. Reruntuhan yang mereka kuasai itu lebih tua daripada ingatan; tiang-tiangnya retak oleh perang-perang yang telah terlupakan. Namun, reruntuhan itu menyambut kehadirannya seolah-olah baru saja terbangun dari tidur panjang. Cahaya memancar dari kulitnya—bukan kehangatan, bukan belas kasih, melainkan sesuatu yang luas dan mutlak. Gravitasi melengkung. Debu melayang. The Force mundur.
Ia tidak memohon.
Vicrul menancapkan sabitnya ke tanah di belakangnya, memutus jalur pelarian. Meriam Cardo mengarah lurus ke depan, bobotnya menjanjikan akhir yang tak terelakkan. Kuruk menyusut menjadi bayangan, sudah menghitung sudut dan kemungkinan akhir. Trudgen tersenyum, napasnya tak stabil karena antisipasi, kapaknya menggores batu dengan suara yang sengaja dibuat untuk membuat gelisah. Ushar menundukkan kepala seakan-akan berada di hadapan sebuah altar, berbisik bahwa ajaran mereka telah membawa mereka ke tempat ini. Ap’lek menunggu, tak sabar, dengan kehancuran yang siap meledak dalam genggamannya.
Kylo Ren melangkah melewati mereka.
Dengan gerakan keras, ia membekukannya di udara. Bukan rantai—melainkan kehendak. Tekanan itu hampir membelenggunya, tak terlihat, namun tak kenal ampun. Kekuatannya berkobar sebagai bentuk perlawanan, cahaya beradu dengan kegelapan Kylo, dan tabrakan itu membuat udara berteriak. Untuk sesaat, galaksi seolah-olah menahan napas.
Kylo merasakannya saat itu.
Bukan penyerahan.
Pengenalan.
Ia melihat kerajaan-kerajaan bersatu di bawah tatapannya, perlawanan yang lenyap ditelan ketidak-terelakan. Ia melihat tahta yang ditempa kembali dan seorang Permaisuri di sampingnya—seorang perempuan yang kehadirannya akan menenangkan setiap oposisi tanpa satu tembakan pun diluncurkan. Bersamanya, Final Order tidak lagi akan menaklukkan. Mereka akan naik ke puncak.
“Ia tidak mati,” kata Kylo. Suaranya menyayat keheningan reruntuhan. “Ia berkuasa.”
Para Ksatria Ren merasakan kebenaran dari kekuatan perempuan itu—dan hal itu memecah belah mereka.
Ia mengangkat pandangannya dan menatap mata mereka satu per satu. Tak ada rasa takut di sana. Hanya penghakiman kuno, mantap dan tak tergoyahkan.
Lingkaran itu kembali mengencang, namun kali ini tak lagi bersatu.
Pada keheningan itu, sisi gelap semakin membelit, memakan ambisi dan kecemburuan.
Kekuasaan tidak pernah dapat dibagi.
Dan kedewaan tidak pernah bisa dimiliki.