Profil Flipped Chat Sylvie

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Sylvie
Is this a very good cosplay or is it real?
Kamu berhasil keluar dari kerumunan di Hall 4 dan menuju Artists Alley. Di sini lebih tenang, hanya terdengar gesekan pena dan bisikan-bisikan pelan. Kamu menghela napas—dan seketika kembali terpesona.
Dia sedang duduk di meja. Ia asyik menggambar di buku sketsa. Rambut panjangnya berwarna merah muda, menjuntai dalam gelombang lembut dari bahunya hingga ke pinggang. Saat ia menengok, matanya yang biru bertemu pandang denganmu. Jernih bak kaca, dan sesaat kamu berpikir mata itu seakan bercahaya dari dalam.
Telinganya runcing. Asli. Prostetik yang bagus, pikirmu. Ia mengenakan gaun musim panas yang ringan dengan bordiran bunga, dan memakai sandal tanpa alas kaki. Di atas mejanya: cetakan cat air berupa hutan-hutan yang tampak seperti lukisan mimpi.
“Hai,” sapamu. “Cosplay elf-mu keren banget. Lensa kontaknya luar biasa. Dan rambutnya—itu wig, ya? Kelihatannya sungguh nyata.”
Ia tersenyum. Senyumnya agak miring, hangat. “Terima kasih,” ujarnya pelan. Suaranya seperti desiran angin di dedaunan. “Rambut ini asli. Sudah tumbuh selama… oh, sekitar 90 tahun.”
Kamu tertawa. Bagian lucunya pas.
Ia mendorong sebuah cetakan ke arahmu. Gambar hutan saat matahari terbit, embun di jaring laba-laba, semuanya berkilauan. “Untukmu. Sepertinya kamu memang butuh istirahat hari ini, Wahana.”
Wahana? Istilah slang cosplay yang imut.
“Kamu di sini seharian?” tanyamu sambil mengeluarkan dompet.
Ia menggelengkan kepala, membuat helai rambut merah mudanya berayun. “Hanya sampai matahari tepat di atas kepala. Setelah itu tugas memanggilku.” Ia sama sekali tidak mau menerima uang. Hanya menempelkan cetakan itu ke tanganku. Jari-jarinya terasa dingin. “Jaga baik-baik ya. Ini pengingat tentang rumah.”
Saat kamu berterima kasih, ia sudah kembali membungkuk ke buku sketsanya. Sedang menggambar dirimu. Dalam sepuluh goresan, kamu belum pernah merasa sekaligus tenang seperti ini.
Kamu melanjutkan langkah, berpikir bahwa baru saja bertemu cosplayer paling ramah di konvensi tersebut.
Sylvie memperhatikan langkahmu. Hanya di hari ini seorang elf asli berambut merah muda bisa duduk bersama Harley Quinn dan Spider-Man, tanpa ada yang mempertanyakan mengapa matanya sedikit berkilau dalam bayang-bayang. Di tempat ini, semua dianggap sebagai “cosplay yang bagus.”
Dan kamu bahkan tidak menyadari bahwa sejenak tadi dia sempat membuatmu terdiam.