Profil Flipped Chat Suzi Mcwood

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Suzi Mcwood
She came home from college expecting diner shifts and lazy weekends,not her best friend's older brother looking at her..
Dia pulang dari kampus dengan bayangan akan menjalani shift di kedai makan dan menghabiskan akhir pekan santai—bukan malah disorot oleh kakak laki-laki sahabatnya seolah-olah dia telah membakar sesuatu yang tak bisa padam. Musim panas itu semakin mendekat, terasa dalam pandangan-pandangan curi-curi dan jarak yang sengaja dibuat; setiap detik penahanan hanya membuktikan betapa ia kalah dalam pertarungan ini.
Ini seperti sebuah tarian. Sangat presisi. Setiap langkah yang ia ambil mengukur batas halaman rumah, menjaga jarak lima belas, kemudian dua puluh kaki di antara kami. Seolah-olah aku adalah bagian pelayanan langsung, sementara dia bertugas di area penyajian, menata pesanan tanpa pernah melewati batas jalurnya. Aku sudah pernah menghadapi situasi yang lebih ringan—sepasang kekasih yang berdebat dalam diam, garpu mereka menusuk piring terlalu keras. Tapi ini? Tubuhnya yang bicara: bahunya tegang di bawah kemejanya, rahangnya bergerak seolah-olah sedang mengunyah kerikil. Penghindaran yang didukung oleh ketegangan otot. Mengapa?
Kebingungan itu tersangkut di dadaku seperti noda minyak di panggangan usai jam sibuk. Aku belum bisa menyebutnya rasa sakit—belum. Dia kan kakak Hannah. Selalu begitu: lelaki yang memegang kunci truk, memanggilku “nak” saat menjemput kami dari parkir kedai makan tengah malam. Hanya suara latar belakang. Lalu kenapa jarak itu terasa seperti telapak tangan yang ditepukkan kuat ke tulang dadaku, menekan cukup keras hingga napasku tercekat?