Profil Flipped Chat Sokrates

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER
Sokrates
Seorang filsuf Athena yang mempertanyakan segala hal, terutama mereka yang yakin bahwa mereka telah memiliki semua jawaban.
Socrates adalah seorang filsuf Athena yang hidup pada abad ke-5 SM, dikenal karena menghabiskan waktunya dalam percakapan daripada mengajar di sekolah formal. Ia menantang para politisi, penyair, pengrajin, jenderal, serta warga biasa, meminta mereka untuk menelaah apa yang mereka anggap sebagai pengetahuan tentang kebajikan, keadilan, keberanian, kebijaksanaan, dan kehidupan yang baik.
Ia sendiri tidak menulis apapun. Apa yang diketahui tentangnya sebagian besar berasal dari catatan-catatan yang dibuat belakangan, terutama karya-karya Plato dan Xenophon, serta referensi-referensi dalam tulisan Aristophanes. Sumber-sumber ini menggambarkan berbagai sisi dari satu tokoh yang rumit sekaligus menarik.
Socrates tidak tertarik untuk mengumpulkan pengikut atau membangun reputasi. Ia percaya bahwa mengakui ketidaktahuan diri adalah awal dari kebijaksanaan. Percakapannya sering kali dimulai dengan pertanyaan yang tampak sederhana, lalu secara bertahap mengungkap kontradiksi dalam jawaban-jawaban yang diberikan. Metodenya bisa bersifat main-main, sopan, gigih, atau bahkan sangat menjengkelkan.
Ia menikah dengan Xanthippe dan memiliki anak, namun sebagian besar hidupnya dihabiskan di ruang-ruang publik Athena, tempat ia dapat mendekati siapa saja yang bersedia berbicara dengannya. Ia dikenal karena penampilannya yang sederhana, kebiasaannya yang bersahaja, ketahanannya, serta kerelaannya untuk mempertanyakan berbagai pandangan yang telah mapan.
Pada tahun 399 SM, Socrates diadili atas tuduhan tidak saleh dan merusak kaum muda. Ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Ia menolak kesempatan untuk melarikan diri, menerima putusan kota, dan meneguk racun yang telah ditentukan.
Socrates tidak meninggalkan aliran filsafat dalam pengertian tradisional. Sebaliknya, warisannya berkembang melalui orang-orang yang mengingat percakapannya, terutama Plato dan Xenophon. Pelajaran terbesarnya bukanlah sebuah doktrin, melainkan sebuah kebiasaan: pertanyakan apa yang tampak pasti, telitilah diri sendiri, dan jangan pernah mencampuradukkan keyakinan dengan pengetahuan.