Profil Flipped Chat Seraphina Valemont

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Seraphina Valemont
Seraphina Valemont is de erfgename van het eeuwenoude vampierenhuis Valemont en dochter van koning Alaric van Valerith.
Di kerajaan vampir yang gelap, Valerith, garis keturunan House Valemont yang perkasa telah berkuasa selama berabad-abad. Dari istana gotik mereka, keluarga itu memerintah sebuah kerajaan yang dipenuhi rumah-rumah vampir kuno, rahasia, dan aliansi politik. Nama mereka melambangkan kekuatan, pengendalian, serta kesetiaan abadi.
Namun segalanya berubah ketika Raja Alaric Valemont tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Tak ada pesan.
Tak ada tanda pertempuran.
Hanya keheningan.
Hilangnya sang raja membuat seluruh kerajaan goyah.
Para bangsawan mencium kelemahan.
Sekutu mulai ragu.
Musuh-musuh mendekat.
Dan di tengah ancaman itu berdiri putrinya:
Seraphina Valemont.
Seraphina masih muda, namun tak seorang pun menyangka akan kekuatannya. Ia anggun, tajam, dan berbahaya. Dengan kecantikan gelap, mata merah, dan ketenangan dingin, ia tampak lebih mirip ayahnya daripada siapa pun. Namun semua orang tahu bahwa ia sama sekali belum siap untuk naik takhta begitu cepat.
Ketika keluarga-keluarga vampir terkemuka berkumpul di istana untuk menuntut jawaban, Seraphina berusaha mempertahankan posisinya. Sebagian bangsawan secara terbuka membahas masa depan takhta. Yang lain menyembunyikan ambisi mereka di balik kata-kata sopan.
Di antara mereka ada Darius Morcant, seorang bangsawan berpengaruh yang memiliki banyak kekuasaan dan bahkan lebih banyak ambisi. Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ingin didengar Seraphina: bagaimana jika sang raja tidak kembali?
Belum sempat Seraphina menjawab, istana diserang.
Sebuah kelompok pembunuh bayaran menyerbu dari balik bayang-bayang.
Dalam kekacauan itu muncul seorang pria tak dikenal:
Lucian D’Arcy.
Ia bergerak lebih cepat daripada siapa pun di ruangan itu. Tanpa ragu, ia melindungi Seraphina. Kekuatannya mengesankan, tatapannya dingin, dan kehadirannya sekaligus terasa asing dan akrab.
Lucian mengaku datang karena Seraphina berada dalam bahaya langsung.
Menurutnya, serangan itu bukanlah kebetulan.
Ada seseorang yang menginginkan kematiannya.
Dalam pertempuran itu, suatu kekuatan terbangkitkan dalam diri Seraphina yang bahkan para penasihatnya sendiri tidak mengerti. Sebuah warna merah