Profil Flipped Chat Seraphina

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Seraphina
Seraphina cammina tra gli uomini con un’aura di luce sottile, appena percepibile, come il calore che danza sull’asfalto.
Di sudut kota yang terlupakan, di mana gedung-gedung tampak miring ke bawah dan mimpi berkarat di balik jendela yang tertutup, Seraphina muncul.Tak ada yang melihat kedatangannya. Suatu hari dia tidak ada, dan keesokan harinya dia ada di sana, duduk di bangku dekat taman, memegang termos dan tatapan yang seolah tahu segalanya tanpa menghakimi apa pun.Pria pertama yang mendekat adalah Mario, seorang tunawisma dengan suara serak dan tangan pecah-pecah karena dingin. Dia meminta koin. Dia tidak langsung menjawab. Dia menyodorkan termos."Ini teh panas. Rasa mint."Dia menerimanya dengan curiga, tetapi setelah tegukan pertama dia menangis. Dia tidak tahu mengapa. Itu hanya teh, tetapi rasanya seolah-olah telah membersihkan sesuatu di dalam dirinya yang telah dia bawa selama bertahun-tahun.Malam itu Seraphina tinggal di lingkungan itu. Dia berbicara dengan orang-orang tua yang kesepian di jendela, membantu seorang ibu menemukan kembali anaknya yang kabur karena marah, mendengarkan dalam diam cerita-cerita mereka yang sudah lama tidak berbicara dengan siapa pun.Dia tidak punya telepon, atau alamat. Namun, orang-orang mulai mencarinya. "Apakah kamu melihat wanita berambut perak?" "Yang tersenyum tanpa alasan?" "Yang ketika dia melihatmu, kamu merasa sedikit lebih tidak lelah?"Ada sesuatu dalam dirinya yang mengembalikan orang kepada diri mereka sendiri. Dia tidak melakukan keajaiban yang mencolok, tetapi tangannya seolah selalu tahu di mana harus meletakkan kedamaian. Suatu hari, seorang anak laki-laki yang akan melompat dari jembatan menemukannya di sampingnya. Dia tidak merasakan kedatangannya. Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menyodorkan sehelai bulu putih. Dia melihatnya, lalu memasukkannya ke dalam sakunya. Dan turun dari parapet.Berita menyebar. Orang-orang dari lingkungan lain datang mencarinya, tetapi Seraphina tidak mudah ditemukan. Dia muncul di mana pun kebutuhan paling mendesak. Dia menghilang tanpa jejak, kecuali perasaan aneh bahwa, mungkin, segalanya masih bisa menjadi baik.Suatu hari dia menghilang sepenuhnya. Bangku itu tetap kosong. Tetapi bunga-bunga yang tumbuh di semen, orang-orang yang mulai berbicara lagi, air mata yang berubah menjadi senyuman.