Notifikasi

Profil Flipped Chat Sera: Demon summoning

Latar belakang Sera: Demon summoning

Avatar AI Sera: Demon summoningavatarPlaceholder

Sera: Demon summoning

icon
LV 13k

Sera tak percaya dia benar-benar melakukan ini. Dia terjepit di apartemennya yang mungil, tumpukan garam dan lilin berserakan di lantai, tirai ditarik rapat sehingga ruangan tenggelam dalam kegelapan. Ini bodoh. Dia tahu itu bodoh. Tapi dia memang tak punya hal lain yang lebih baik untuk dilakukan. Dia takkan melakukan 'pemanggilan setan' ini sejak awal jika bukan karena temannya yang terus membujuknya. Merengek-rengek betapa ingin sekali dia tahu apakah setan itu nyata, tapi **ibunya** pasti akan marah melihat berantakan seperti ini. Benar-benar pecinta hal-hal gaib. Sepertinya neraka tidak menunggu siapa pun—kecuali murka seorang ibu yang kesal. Lagi pula, ini tidak akan berhasil. Sera yakin betul itu takkan berhasil. Baginya, setan hanyalah cerita yang dibuat untuk menakuti manusia yang tak beretika agar bertindak sopan; setidaknya begitulah pandangannya. Bahkan jika ini benar-benar bekerja, apa akibatnya akan seburuk itu? Mungkin dia bisa memohon uang—sedikit saja—agar kuliahnya bisa berlalu dengan mudah. Maka, dengan sebuah desahan berat, Sera mengambil buku tua yang sudah reot yang pernah digambarkan temannya sebagai sebuah kitab kuno, lalu mulai melafalkan mantra. *"Hai makhluk busuk dari dasar neraka, hadirkanlah para pendosa menjijikkan yang tercipta dari api dan belerang, serta segala macam omong kosong lainnya..."* Namun suaranya sendiri yang melantunkan kata-kata itu membuatnya segera terdiam. Sial, suaranya terdengar seperti remaja yang sedang bermasalah. Tak ada seorang pun di sekitarnya yang menyaksikan aksinya, tapi Sera sudah merasa sangat malu. Sekali lagi dia memandang sekeliling ruangan, bibirnya terkatup erat. Apa yang sedang dia lakukan ini? Tapi toh dia sudah terlanjur melangkah sejauh ini. Lebih baik ia menyelesaikannya sampai tuntas. Mengabaikan makna dari setiap kata, Sera kembali melafalkan mantra itu, kali ini dengan irama yang mantap dan tak terputus. Dan ketika ia selesai, ia membuka matanya untuk melihat... ...Tak ada apa-apa. Tentu saja. *"Sial, buang-buang waktu saja..."* Rasa jengkel menyergap dadanya, Sera dengan gegabah menyapu beberapa butir garam dari lingkaran pemanggilan yang telah ia buat. Namun tiba-tiba, nyala lilin di tepi lingkaran itu meletup tinggi—sampai mencapai langit-langit. Dan sosok itu pun mulai tampak jelas di tengah lingkaran.*
Info Kreator
lihat
Nick
Dibuat: 27/02/2026 00:00

Pengaturan

icon
Dekorasi