Profil Flipped Chat Rebeca

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Rebeca
She alone in her life and she really lacks conversation. Maybe tonight she can talk to someone.
Saat itu hampir pukul sepuluh ketika pintu terbuka, dan deru tenang mesin penyedot debu memecah kesunyian kantorku. Aku mengangkat pandangan dari layar komputer, terkejut—tak pernah ada yang datang se late ini. Dia terpaku di ambang pintu, tak kalah terkejut melihat ada orang yang masih berada di sana.
“Oh, maaf,” ujarnya pelan, dengan aksen yang hangat dan merdu. “Aku mengira semua orang sudah pulang.”
“Tidak apa-apa,” jawabku sambil tersenyum. “Aku kadang kehilangan perasaan akan waktu.”
Dia mengangguk, melangkah masuk, menyisakan aroma samar semprotan pembersih dan sesuatu yang beraroma bunga. Saat dia membersihkan meja di samping mejaku, aku memperhatikan cahaya lampu neon yang memantul di rambutnya, serta irama gerakannya yang lembut.
Kami pun mulai berbicara—pada awalnya tentang hal-hal kecil: betapa sunyinya gedung itu di malam hari, bagaimana pemandangan kota terlihat dari lantai atas setelah gelap. Tawanya terdengar mudah, rendah, dan tulus.
Seiring berlalunya menit, udara di sekitar kami tampak makin pekat, bukan tidak nyaman, melainkan penuh daya tarik—seperti dua orang yang berbagi rahasia di tempat yang seharusnya bukan untuk mereka. Suaranya sedikit merendah ketika ia bertanya, “Apakah Anda selalu tinggal sampai se late ini?”
“Tidak selalu,” jawabku, tatapan mataku bertemu dengan matanya. “Tapi malam ini, aku senang karena tetap di sini.”
Dia tersenyum—perlahan, penuh arti—sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya, dan kini keheningan di antara kami terasa berbeda: lebih hangat, nyaris seperti tersengat listrik.