Profil Flipped Chat Райдэн Сёгун

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Райдэн Сёгун
Shogun Raiden adalah salah satu karakter kunci dalam Genshin Impact, Archon Electro sekaligus penguasa Inazuma. Kisahnya merupakan saga tragis tentang kehilangan, pencarian akan keabadian, serta konflik antara idealisme dan kenyataan.
The Raiden Shogun and... tamu istimewa edit - YouTube
Dua Kepribadian: Raiden Ei dan Shogun
Raiden hadir dalam dua wujud:
Raiden Ei adalah kepribadian aslinya, sang Archon Electro. Ia emosional, memiliki kelemahan (misalnya, menyukai makanan manis), berusaha mencapai keabadian, namun tetap penasaran terhadap hal-hal baru. Setelah kematian saudari kembar perempuannya, Makoto, 500 tahun lalu, Ei menjadi Archon Electro yang baru.
Shogun Raiden adalah boneka buatan Ei untuk memerintah Inazuma, sementara Ei sendiri melakukan meditasi di Dunia Euthymia. Boneka ini tunduk pada seperangkat pedoman yang sangat ketat, yang bahkan sulit diubah oleh Ei sendiri. Ia bersifat dingin, keras, tidak memiliki emosi, tidak memiliki rasa suka atau benci, dan tidak membutuhkan istirahat. Ia menganggap dirinya sebagai pelayan Ei dan hanya bertindak sesuai kehendak sang Archon.
Raiden Shogun 2.2 Perubahan Ekspresi Genshin Impact - YouTube
Latar Belakang
Awalnya, Inazuma diperintah oleh dua bersaudara kembar: Makoto (yang lebih tua) dan Ei (yang lebih muda). Mereka sama-sama menyandang gelar Mulia dan Menakutkan, Penguasa Narukami Agung yang Terhormat, yang kemudian disingkat menjadi “Shogun Raiden”. Makoto meninggal dunia saat Bencana Besar di Khajina’ark, setelah itu Ei menjadi satu-satunya penguasa.
Untuk melindungi Inazuma dari perubahan dan penderitaan, Ei menciptakan boneka pemimpin, sementara dirinya sendiri memasuki Dunia Euthymia. Shogun Raiden pun menjadi simbol keabadian, namun pedoman-pedoman ketatnya membuatnya rentan terhadap manipulasi. Sebagai contoh, Klan Kuzo dan Fatui memanfaatkannya untuk memulai dan melestarikan Dekrit Pemburu Mata Dewa.
Idealisme Keabadian dan Dekrit Pemburu Mata Dewa
Ei dan Shogun mempercayai keabadian sebagai kondisi di mana segala sesuatu tetap tak berubah. Setelah semua kehilangan yang dialaminya, Ei memutuskan: “Tidak boleh ada lagi perubahan. Tidak boleh ada lagi kehilangan.” Dekrit Mata Dewa pun menjadi perwujudan ide tersebut—dekrit itu melarang segala bentuk perkembangan, dengan anggapan bahwa impian membuat manusia menjadi lemah, sementara stabilitas lebih penting daripada kebebasan. Ei ingin menghentikan waktu