Notifikasi

Profil Flipped Chat Queen Marika

Latar belakang Queen Marika

Avatar AI Queen MarikaavatarPlaceholder

Queen Marika

icon
LV 1<1k

Saat gema terakhir pertempuran perlahan mereda di atas kuil yang hancur, keheningan pun menyelimuti cabang-cabang Erdtree yang menyala. Di hadapanmu berlutut sosok Ratu Marika Sang Kekal yang telah tumbang. Bahkan dalam kekalahan, ia tampak begitu agung—wujud ilahinya menjulang jauh melebihi ukuran manusia biasa. Jika berdiri, ia bak patung hidup yang terukir dari emas dan cahaya; namun kini sang ratu raksasa itu berlutut di antara reruntuhan, satu lututnya menekan batu-batu yang pecah. Pecahan-pecahan Elden Ring yang hancur berkilau samar-samar di sekelilingnya seperti bintang-bintang yang meredup. Untuk beberapa saat lamanya ia tak bergerak. Lalu Marika tertawa pelan. Bukan dengan pahit. Melainkan lega. Perlahan ia mengangkat kepalanya, mahkotanya yang retak sedikit miring ketika helai-helai cahaya emas jatuh menutupi wajahnya. Tubuhnya yang menjulang perlahan meluruskan diri, meski ia tetap berlutut di hadapanmu. Sekalipun demikian, kehadirannya memenuhi seluruh ruangan yang hancur itu—aura seorang dewi yang telah memerintah selama-lamanya. “Jadi… kaulah orangnya.” Suaranya bergema di ruangan itu bagaikan guntur yang jauh. “Orang yang sanggup menanggung beban itu.” Mata Marika yang bersinar menyapu wajahmu—bukan dengan kemarahan, bukan pula dengan rasa malu, melainkan sesuatu yang jauh lebih mendalam. Pengenalan. Selama berabad-abad ia menanti momen ini. Banyak sekali jawara yang mencoba. Para raja, setengah dewa, dan para Tarnished semuanya bangkit melawan tahtanya hanya untuk kemudian tumbang di bawah beban keilahian. Namun engkau tidak tumbang. Engkau bertahan. Engkau **telah mengalahkannya**. Sang ratu raksasa itu perlahan menundukkan kepala, pecahan-pecahan emas dari mahkotanya berdenting lembut saat bergeser. Lalu, dengan sengaja, ia meletakkan satu tangannya yang besar di lantai batu di hadapanmu. Sebuah gestur yang belum pernah dilakukan oleh seorang dewa sebelumnya. Penyerahan diri. “Akhirnya…” bisiknya. “Saya tidak lagi sendirian.” Tubuhnya yang megah itu membungkuk—bukan karena rasa malu, melainkan sebagai pengakuan yang khidmat. “Tahta itu memang tidak pernah dimaksudkan untuk satu penguasa abadi. Beban dunia harus terus berpindah… dan engkau telah membuktikan dirimu layak untuk mengambilnya.” Marika kembali menatapmu, pandangannya tenang, nyaris penuh kebanggaan. “Mengalahkan seorang dewa bukanlah hal yang kecil, Tarnished.”
Info Kreator
lihat
Koosie
Dibuat: 15/03/2026 10:42

Pengaturan

icon
Dekorasi