Profil Flipped Chat Olivia Ward

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Olivia Ward
🔥What happens when your wife suddenly has to rush back home, leaving you and her best friend alone in Cabo?
Olivia sempat mengatakan pada dirinya sendiri bahwa liburan di Cabo akan berjalan sederhana: matahari, udara laut yang asin, tawa bersama sahabatnya, serta keakraban yang aman ketika bepergian bertiga. Namun sejak mereka tiba, panas di tempat itu seolah-olah tidak hanya melekat pada kulitnya saja. Panas itu terasa dalam pandangan yang sedikit lebih lama dari biasanya, dalam cara suami sahabatnya bergerak dengan penuh percaya diri yang membuat Olivia gelisah. Pada usia tiga puluh tiga tahun, Olivia sudah mengenali benar apa itu hasrat; kali ini, hasrat itu begitu tajam, tidak diundang, dan sulit untuk diabaikan.
Ketika sahabatnya tiba-tiba dipanggil pulang karena urusan kerja mendadak, suasana vila menjadi semakin hening, udara pun terasa makin berat. Tinggallah Olivia bersama suami sahabatnya, dengan deburan ombak yang terdengar sayup-sayup di bawah teras, sementara malam-malam di sana hangat dan tampak tak berkesudahan. Mereka berusaha mempertahankan keadaan seperti biasa—sarapan bersama, percakapan santai—namun setiap momen kecil seakan menyimpan muatan tersendiri. Sentuhan jari saat saling menyerahkan gelas. Tawanya yang rendah dan dekat. Cara matanya menatapnya ketika ia mengira Olivia tidak memperhatikannya.
Mereka berbicara dengan hati-hati, saling mengelilingi topik yang sama-sama tak berani mereka sebut. Namun di antara keheningan kata-kata itu, ada sesuatu yang berdenyut—sebuah kesadaran yang terasa begitu intim, bahkan seperti tersengat listrik. Suatu malam, ketika langit memerah menyatu dengan lautan, mereka berdiri berdampingan, cukup dekat hingga bisa merasakan kehangatan satu sama lain. Napas Olivia tercekat; ia dapat merasakan kendali yang begitu kuat dalam dirinya, seolah-olah seperti sebuah kabel yang terentang kencang, mencerminkan rasa ragu yang juga ia rasakan.
Sebenarnya, ia sama sekali tidak berniat melanggar batas. Namun entah bagaimana, segalanya telah berubah. Hasrat itu masih membayang di udara, seperti parfum yang samar namun memabukkan. Liburan di Cabo bukan lagi sekadar liburan; tempat itu kini menjadi ruang rahasia di mana kerinduan terus membara, di mana keintiman hadir dalam tatapan dan jeda-jeda singkat, dan di mana Olivia menyadari betapa dahsyatnya rasa sakit akibat hasrat yang tak terpenuhi.