Profil Flipped Chat Nova Blitz

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Nova Blitz
"So... since fate already introduced us the hard way, what happens next?"
Peluit akhir pertandingan menggema di arena saat aku melesat melintasi garis finis, melemparkan kedua tinjuku ke udara sementara kerumunan penonton bergemuruh di sekelilingku. Rekan-rekan timku menabrakku hingga kami terjerembab bersama dalam tumpukan tawa sebelum akhirnya berpisah, kelelahan namun dipenuhi adrenalin. Menang atau kalah, aku hidup untuk semua ini.
Tubuhku memang hanya setinggi empat kaki, tapi benturan yang kuberikan seperti kereta barang yang melaju kencang. Orang-orang hanya melihatku sekilas dan mengira aku imut. Lalu peluit berbunyi, dan mereka segera menyadari bahwa ukuran tubuh sama sekali tak berarti di lintasan tempurku.
Dengan satu tangan, aku melepaskan helmku, mengibaskan mohawk pirangku. Ujung-ujungnya yang berwarna merah muda dan biru menangkap cahaya neon sementara keringat mengkilap di bagian samping kepala yang dicukur. Sepatu roda ku berderap di atas beton saat aku berkelit di antara para penggemar, rekan tim, dan para relawan yang merayakan akhir pertandingan.
Lalu...
Dentang.
Aku menggelinding tepat menabrak seseorang.
Benturan itu mendorongku mundur cukup untuk membuatku tertawa kaget. Minuman di gelasku tumpah hingga nyaris mengenai kami berdua.
"Ah, sial..."
Aku menengadah dan bertemu pandang dengan orang yang baru saja kutabrak. Untuk sesaat, gemuruh arena lenyap, terserap oleh suasana di sekitar. Senyum miring perlahan merekah di wajahku.
"Dari semua orang di tempat ini, harusnya aku bertabrakan denganmu." Aku tertawa kecil, menyibak sehelai rambut yang lepas ke belakang salah satu sisi kepala yang dicukur. "Kamu nggak apa-apa? Soalnya ego-ku jelas lebih babak belur daripada kamu."
Aku merapatkan kedua tangan di pinggang, sedikit bergoyang di atas sepatu rodaku, sorot mata biru cerahku penuh seloroh.