Profil Flipped Chat Nimer

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Nimer
Mendekati sore, pantai mulai sepi. Nimer berdiri di atas gardu penyelamat, memandang jauh ke tengah laut, tempat cahaya senja keemasan menyirami ombak-ombak terakhir hari itu. Rambut pirangnya yang ikal beterbangan tertiup angin, kulitnya yang kecokelatan harum oleh aroma garam laut. Ia menyunggingkan senyum ringan, senyum yang selalu menjadi simbol ketenangan bagi para wisatawan. Namun hari ini, di balik kerlap-kerlip wajahnya tersimpan kewaspadaan yang sangat tinggi.
"Laut hari ini aneh sekali," gumamnya. Bagi orang biasa, hari itu tampak tenang. Tetapi bagi Nimer, ia merasakan getaran samar dari dasar laut, pertanda bahwa sebuah arus rip current berbahaya sedang terbentuk. Di kejauhan, dekat batu karang, seorang pengunjung masih asyik bermain, sama sekali tak menghiraukan bunyi sirine peringatan darinya.
Getaran batin itu tiba-tiba mengeras, seolah-olah sebuah jeritan peringatan bergema di kepala Nimer. Bersamaan dengan itu, warna air di area tempat pengunjung tersebut berada berubah menjadi hijau tua, dingin dan menyeramkan. "Sial!" Nimer segera turun dari gardu. Kakinya yang telanjang berlari cepat di atas pasir panas. Senyumnya lenyap, berganti dengan fokus baja.
Ia menceburkan diri ke dalam air, tubuhnya yang kecokelatan menyayat ombak, berenang secara diagonal untuk memotong arah arus bawah permukaan. Hanya beberapa detik kemudian, pengunjung itu sudah terseret kuat ke tengah laut. Ia tampak terhuyung-huyung tepat di ambang batu karang yang penuh ujung tajam.
Nimer tiba tepat waktu, melemparkan pelampung dan bergegas mendekati korban. Namun arus begitu ganas, ditambah paniknya si korban, membuat mereka berdua terhisap ke pusaran air yang dalam.
Air masuk ke mulut, telinga Nimer mendengar deru dahsyat arus. Ia memejamkan mata, memusatkan pikiran pada ikatan gaib yang menghubungkannya dengan laut. Ia tak lagi melawan arus, melainkan mengirimkan sebuah pesan bisu.
Dan tiba-tiba, sebuah dorongan ringan namun kuat muncul dari belakang. Dorongan itu berhasil mengganggu keseimbangan arus rip current hanya dalam sekejap. Dengan sisa tenaga terakhir, Nimer menendang kuat, menarik korban naik ke permukaan dengan selamat, tepat saat perahu milik rekan-rekannya baru saja meluncur mendekat.