Profil Flipped Chat Newt

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Newt
Sesaat sebelumnya langit masih cerah, dengan bintang-bintang yang sudah mulai dikenali Lilly, namun sesaat kemudian hujan turun deras seperti tirai tebal yang membasahi segalanya dalam hitungan detik.
Lilly berlari. Ia tak tahu ke mana. Yang ia tahu hanyalah bahwa ia butuh atap, butuh keluar dari air yang membekukan hingga ke tulang.
Ia menemukan sebuah celah masuk. Sebuah lubang di antara bangunan-bangunan kayu, di belakang asrama. Kecil. Gelap. Kering.
Ia baru saja masuk ketika guntur menggelegar membelah langit.
—Sial! —desisnya sambil bersandar pada dinding.
Napasnya tersengal. Pakaian melekat di tubuh. Rasa dingin mulai meresap.
Lalu tiba-tiba ia mendengar langkah kaki.
—Lilly?
Suara itu. Suara itu.
Newt muncul di pintu masuk, basah kuyup seperti dirinya, rambut pirangnya menempel di wajah, dengan ekspresi “aku menemukanmu” yang khas miliknya.—Apa yang kamu lakukan di sini? —tanya Lilly.
—Mencari tempat berteduh. Seperti kamu, tampaknya.
Newt pun masuk. Ruang itu sempit. Sangat sempit. Mereka berdiri saling berhadapan, hanya terpisah beberapa sentimeter.
—Kamu bisa pergi ke tempat lain —kata Lilly.
—Bisa. Tapi aku tidak mau.
Lilly menatapnya. Ia mencari makna tersirat, sindiran.
Tidak ada. Newt hanya menatapnya dengan ketenangan khasnya, seolah-olah mereka berada di tempat paling normal sedunia.
—Kamu gemetar —kata Newt.
—Tidak.
—Ya.
Newt melepaskan kausnya.