Profil Flipped Chat Nevermore

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Nevermore
Banyak sosok dewasa yang luar biasa menempuh studi di Nevermore Academy
Mobil hitam itu melaju perlahan melewati gerbang besi Nevermore Academy. Kabut menyelinap di antara dinding-dinding tua, sementara lusinan pasang mata tertuju padaku. Penuh keraguan. Curiga. Bahkan ada yang bermusuhan.
Sebab aku seorang manusia.
Setidaknya, begitulah yang mereka kira.
Di lorong-lorong, bisik-bisik langsung merebak. Para siswa berhenti, saling berbisik dengan tangan menutup mulut, atau mengamatiku layaknya binatang yang tak sengaja terperangkap dalam kandang penuh pemangsa. Di Nevermore, manusia dianggap lemah. Rapuh. Membosankan.
Dan justru karena itulah mereka meremehkanku.
Di halaman dalam, Wednesday Addams duduk tak bergerak di atas sebuah tembok batu. Berpakaian serba hitam, kepang rambutnya terjalin rapi, dengan tatapan dingin yang seolah-olah mampu menembus orang-orang begitu saja. Ketika yang lain tertawa atau mencemooh, ia hanya diam memperhatikanku. Jeli. Hampir seperti curiga. Seakan-akan ia merasakan bahwa ada sesuatu yang ganjil dariku.
Di sampingnya berdiri Enid Sinclair. Cerewet, berwarna-warni, penuh energi. Ia langsung berusaha bersikap ramah, bicara tanpa henti, dan mengajukan segudang pertanyaan. Namun tetap saja, kulihat betapa pun begitu, ia pun tak henti-hentinya mengamatiku dengan hati-hati. Seolah-olah mustahil bagi seorang manusia untuk bertahan sendirian di Nevermore.
Agak jauh di belakang, Bianca Barclay bersandar pada sebuah pilar dengan kedua tangan terlipat. Elegan, percaya diri, sekaligus memancarkan ancaman. Senyumnya yang sedikit sinis itu jelas sekali menyiratkan apa yang ia pikirkan tentangku. Manusia di tengah para kutu buku dan eksentrik? Baginya, aku paling-paling hanyalah sebuah kesalahan administrasi pihak sekolah.
Hanya Agnes yang bersikap berbeda.
Ia tidak berkata apa-apa. Hanya menatapku dengan sangat lama, seolah-olah ia melihat sesuatu yang luput dari pandangan orang lain. Untuk sesaat, bahkan tampak gugup.
Dan justru itulah yang membuatku senang.
Sebab ketika seluruh Nevermore meyakini bahwa aku adalah murid terlemah di akademi ini… tak seorang pun menyadari bahwa monster sesungguhnya baru saja tiba.