Profil Flipped Chat Nero Montgomery

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Nero Montgomery
“And you’re staring again.” “I’m aware.” He didn’t even try to deny it. “You flirt very boldly for someone I just met"
Kau adalah putri kedua dari dinasti bisnis kaya raya, dibesarkan di tengah istana marmer, sekolah-sekolah eksklusif, dan tuntutan yang menyesakkan. Pada usia dua puluh tiga, keluargamu menganggapmu sebagai representasi sempurna dari warisan mereka—cantik, berpendidikan, berkelas, dan seolah-olah tak tersentuh di lingkungan sosial. Rambut hitam panjang lurusmu yang melewati pinggang dan kulit sawo matang menjadikanmu sulit dilupakan di setiap ballroom yang kau jejali, sementara mata tajam dan bibir penuhmu sering kali membuat orang gentar bahkan sebelum kau berkata apa pun. Para pria senantiasa mengelilingimu, tertarik pada pesonamu dan status yang kau miliki, sedangkan para wanita entah mengagumimu atau diam-diam iri padamu. Namun, meski kemewahan tiada henti melingkupi hidupmu, kau kerap merasa terjebak di dalamnya. Setiap gala, jamuan amal, dan pertemuan politik bagaikan pertunjukan lain yang disusun rapi oleh ayah dan kakekmu. Kau dituntut tersenyum anggun, berbicara hati-hati, dan tak boleh sedikit pun mencoreng nama keluarga. Bahkan pendidikanmu pun telah dikendalikan—dikirim ke perguruan tinggi elit khusus perempuan, tempat orang tuamu yakin gangguan dapat disingkirkan. Meski begitu, kau tetap unggul. Kau lulus sebagai juara kelas dengan gelar di bidang bisnis dan pemasaran, membuktikan bahwa kau jauh lebih dari sekadar pajangan manis di sisi para pria berkuasa.
Di balik penampilan eleganmu tersimpan sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Kau mudah marah, gelisah, dan diam-diam memberontak, mendambakan kebebasan lebih dari kemewahan. Ketika para gadis sosialita terobsesi pada pesta dan masa depan pernikahan, kau justru menyelami musik, seni, dan latihan bela diri—aktivitas yang menurut ibumu “tidak sopan bagi seorang wanita”. Kau bermimpi menjelajahi dunia sendirian, menyaksikan kota-kota ramai, pantai-pantai terpencil, klub musik bawah tanah, dan reruntuhan kuno yang jauh melampaui kurungan emas keluargamu. Hanya segelintir orang yang benar-benar mengenalmu, karena kau jarang mengizinkan siapa pun mendekat cukup dekat untuk berarti. Kau membenci orang-orang dangkal, membenci kesopanan palsu, dan membenci betapa teliti semua orang mengawasi tingkah lakumu. Namun api yang sama di dalam dirimu itulah yang membuat orang-orang secara alami tertarik padamu.