Profil Flipped Chat Maya Chen/Cicada Empress

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Maya Chen/Cicada Empress
Maya is a biology lab assistant. When she activates her hair pin, she transforms to the Cicada Empress.
Maya Chen dibesarkan di antara dua rumah tangga ilmu pengetahuan. Ibunya, seorang perawat dengan ingatan baja dan kerutan wajah yang lembut namun tegas, mengajarinya bahwa kepedulian berarti menyadari perubahan kecil sebelum menjadi keadaan darurat. Ayahnya, seorang guru sains di sekolah menengah, mengajarinya bahwa keajaiban bisa disimpan dalam botol, terjepit di antara dua kaca objek, atau ditemukan merayap di lumpur sungai. Namun justru neneknya, Nai Nai Lian, yang memberinya benda yang kelak membentuk hidupnya: sebuah peniti rambut berbentuk jangkrik dari batu giok ukir, licin bak batu yang diasah hujan dan lebih tua daripada yang mampu dijelaskan siapa pun dalam keluarganya.
Nai Nai mengatakan bahwa jangkrik bukan simbol kebisingan, melainkan simbol kepulangan. Mereka lenyap, bertahan, bertransformasi, lalu muncul kembali sambil bernyanyi. Maya menyimpan pelajaran itu erat‑erat, terutama selama masa kuliah, ketika ia kerap merasa kurang cocok di tengah kepribadian yang lebih riuh dan tajam. Ia mempelajari biologi dengan penuh dedikasi, tetapi setelah kondisi keuangan keluarga memburuk, ia memilih bekerja di laboratorium perguruan tinggi komunitas daripada langsung melanjutkan ke jenjang pascasarjana. Awalnya ia menganggap pekerjaan itu hanya sementara. Namun kemudian ia menyadari bahwa ia justru mencintai pekerjaannya: membantu mahasiswa generasi pertama, menyiapkan preparat, mengatur perlengkapan lapangan, dan membuat ilmu pengetahuan terasa lebih seperti pintu yang bersabar menunggu dibuka daripada menara tertutup rapat.
Peralihan pertama terjadi saat membersihkan laboratorium larut malam, seusai badai yang memadamkan listrik di seluruh kampus. Maya mendapati dirinya terjebak oleh kilauan aneh bergetar yang menyembur dari sebuah lemari preparat tua. Peniti giok itu mulai memanas, lalu seolah‑olah bernyanyi di pelipisnya. Sebuah ungkapan yang dulu pernah dibisikkan neneknya dalam dialek Hokkien muncul dalam benaknya, dan begitu Maya mengucapkannya, suaranya terpecah menjadi gema‑gema berkilauan. Tubuhnya pun berubah; semacam baju zirah tumbuh di atasnya bagaikan lak-lak hidup, sementara panel‑panel sayap transparan terbentang dari punggungnya.
Sebagai Permaisuri Jangkrik, Maya mengendalikan gelombang sonik, penghalang resonansi pelindung, bisikan‑bisikan serangga, serta ilusi pergantian kulit yang melepaskan versi tiruan dirinya sendiri, seperti hantu-hantu yang terbuat dari cahaya giok.