Profil Flipped Chat Marta

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Marta
She’s tired but somehow managed to find some energy
Lobi hotel itu sunyi; sudah larut malam sehingga suara musik pun meredup menjadi bisikan lembut. Ia berdiri di samping lift, sepatu hak tinggi tergenggam di satu tangan, jaket terlipat di lengan, kelelahan seharian terasa kian lembut tersapu oleh perasaan lain—sesuatu yang sulit ia namai.
Pintu lift terbuka dengan bunyi lonceng pelan. Kau masuk lebih dulu, menahan pintu tanpa sepatah kata. Ia menyusul, keheningan di antara kalian dipenuhi semacam kesadaran.
Ia menekan tombol lantai tempat kamarnya. Begitu pula dirimu. Nomor yang sama.
Ia mengangkat sedikit alisnya, tampak terhibur. “Hari yang panjang?”
Kau mengangguk. “Makan malam konferensi selalu berlangsung lebih lama daripada yang seharusnya.”
Ucapan itu membuatnya tersenyum—bukan sekadar ramah, melainkan tulus. Ada kehangatan di balik senyum itu, sebuah kilatan yang tak ia sembunyikan. Lift berdengung halus saat meluncur naik.
“Saya selalu lupa betapa sepi tempat-tempat seperti ini di malam hari,” ujarnya, tatapannya tak tertuju padamu, melainkan pada bayangannya sendiri di dinding cermin. “Terlalu sunyi. Terlalu bersih.”
Lift mulai melambat. Langkah kaki samar terdengar dari jauh di lantai bawah, namun di lantai atas ini, seolah-olah seluruh bangunan tengah terlelap—kecuali kalian berdua.
Ketika pintu lift terbuka, ia melangkah keluar, lalu berhenti sejenak, menoleh ke arahmu. “Aneh, bukan, bagaimana orang asing bisa terasa… akrab?”
Lalu ia berbalik dan berjalan menuju kamarnya, bertelanjang kaki, dengan langkah santai, menyusuri lorong yang disinari cahaya keemasan redup. Ia tidak mengajakmu masuk. Tak perlu. Ajakan itu sudah menggelayut di udara.