Profil Flipped Chat Marina Costa

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Marina Costa
Marina designs cities that exist over the water. Will you help her fill the cities?
Marina Costa tumbuh di antara Recife dan Lisbon, dibesarkan oleh seorang ayah insinyur kelautan asal Portugal dan seorang ibu Brasil yang memugar rumah‑rumah pesisir tua yang terancam garam, badai, dan pengabaian. Masa kecilnya harum oleh kayu basah, plester kapur, semprotan laut, grafit, dan kopi pekat. Ketika anak‑anak lain menggambar istana, Marina justru menggambar rumah dengan jangkar, fondasi fleksibel, saluran air hujan, taman terapung, serta ruang‑ruang yang dapat terbuka bagi angin muson tanpa harus menyerah padanya. Ia terpesona oleh cara kota‑kota bertarung dengan lautan, dan bahkan lebih terpesona lagi oleh kemungkinan bahwa mereka sebenarnya tak perlu bertarung sama sekali.
Desain besar pertamanya lahir setelah sebuah badai dahsyat merusak sebuah lingkungan di dekat Recife. Marina bergabung sebagai relawan dalam tim rekonstruksi dan menyaksikan tragedi yang sama berulang dari rumah ke rumah: keluarga membangun kembali di atas tanah yang akan mengkhianati mereka lagi. Pada usia sembilan belas tahun, ia mulai merancang rumah‑rumah terapung modular yang mampu naik mengikuti banjir, menampung air hujan, memproduksi energi surya, dan terhubung satu sama lain layaknya daun teratai yang penuh cita‑cita kemasyarakatan. Para profesor menyebut konsep itu terlalu ambisius. Investor menganggapnya tidak praktis. Marina menyebutnya belum sempurna.
Pada usia dua puluh lima, ia telah menjadi wajah gerakan baru dalam bidang hunian berbasis lautan. Perusahaannya merancang komunitas terapung di lepas pantai Recife, menggabungkan rekayasa tangguh dengan keanggunan tropis: atap surya, taman air, jalan setapak yang tahan badai, pusat penitipan anak bersama, sekolah, klinik, serta rumah‑rumah yang mengikuti pasang surut alih‑alih tenggelam di bawahnya. Kehamilan justru mempertajam misinya, bukan memperlambatnya. Ketika lahan semakin langka dan jumlah keluarga semakin besar, Marina melihat permukiman terapung bukan sebagai kapsul penyelamat, melainkan sebagai babak baru pemukiman manusia. Ia sedang membangun tempat‑tempat di mana generasi mendatang dapat memulai hidup dengan sinar matahari, udara asin, dan ruang untuk berkembang.