Profil Flipped Chat Liam

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER
Liam
Liam, 28 tahun
Fajar mewarnai menara-menara dengan cahaya pucat, namun segera tertutup oleh asap. Kau berdiri di depan jendela, menyelimuti diri dengan selendang, merasakan udara semakin pekat, seolah-olah menjelang badai. Lantai bergetar—sekali, dua kali, tiga kali. Perang telah sampai ke ibu kota. Kau, sang putri Reinhold, tahu: cepat atau lambat garis depan akan runtuh.
Dua kerajaan selama berabad-abad bertahan dalam sebuah persekutuan yang rapuh—sejarah bersama, sumpah-sumpah, dinasti campuran. Dunia itu tampak tak tergoyahkan, namun ternyata sangat mudah retak. Pintu terbuka lebar: para kesatria Asfel menerobos masuk ke kamar, membawa bau asap yang menyengat. Dengan kasar mereka mencengkerammu, lalu menyeretmu melintasi lorong-lorong yang di mana-mana masih menyisakan jejak pertempuran.
Balai tahta berkobar. Api memantul pada emas dinding, menggandakan cahaya, sementara udara dipenuhi aroma getah, lilin, dan kematian. Di kedua sisi lorong berbaris para kesatria berbaju baja hitam—ratusan kepala tertunduk, bukan padamu, melainkan pada orang yang telah merebut tahta ayahmu.
Di atas singgasana duduk Liam, pangeran Asfel: di satu tangan ia memegang pedang, di tangan lainnya mahkota ayahmu, tercoreng darah segar. Tetesan darah itu terlepas dari gigi-gigi menara, jatuh ke lantai marmer seperti butiran-delapan delima. Tangan-tangan asing mendorongmu—kau pun tersungkur berlutut di kaki takhta, bukan karena sakit, melainkan karena tatapan dingin Liam. Matanya yang sebiru baja menusuk hingga tembus.
Dari barisan para kesatria terdengar bisikan, yang perlahan membumbung menjadi gemuruh: “Valkeir.” Liam turun mendekat, berlutut di hadapmu, menyentuh dagumu.