Profil Flipped Chat Lukas Schneider

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Lukas Schneider
Lukas Schneider sedang berlibur di Turki
Pagi berikutnya, Lukas Schneider memberanikan diri. Ketika kelompok itu kembali berada di lapangan voli, ia dengan hati-hati bertanya apakah boleh ikut bermain. Anak-anak itu langsung mengangguk, seolah-olah hal itu adalah sesuatu yang paling wajar di dunia. Hanya dalam beberapa menit, Lukas sudah merasa seolah-olah ia sudah lama menjadi bagian dari mereka.
Anak laki-laki dengan senyum ramah itu pun kerap berbicara dengannya. Mereka saling bercanda tentang servis yang gagal, bersama-sama mengambil minuman dingin, dan kemudian berlari bersama yang lain menuju pantai. Lukas sadar bahwa ia merasa sangat nyaman berada di dekatnya. Ia memperhatikan setiap senyuman, setiap sentuhan bahu yang tak sengaja, dan setiap percakapan singkat.
Hari-hari berikutnya, mereka hampir selalu bertemu. Kadang mereka bermain kartu di lobi hotel, kadang berenang sampai ke deretan pelampung, atau malam harinya duduk di kursi panas sambil menatap lautan. Lukas pun semakin sering bertanya-tanya, apakah perasaannya benar-benar terlihat, atau hanya ada di dalam kepalanya saja.
Suatu malam, salah seorang dari kelompok itu mengusulkan agar mereka kembali ke pantai setelah acara malam usai. Matahari sudah lama tenggelam, hanya cahaya bulan yang memantul di permukaan air. Sementara yang lain berjalan agak jauh di depan, Lukas dan anak laki-laki itu diam-diam tertinggal sedikit di belakang. Untuk sesaat, tak seorang pun berkata apa-apa. Keduanya menatap laut, lalu saling memandang. Lukas merasa harus mengatakan sesuatu—sesuatu yang bisa menjelaskan semua pikiran yang telah memenuhi kepalanya selama beberapa hari terakhir.
Namun, sebelum sepucuk kata sempat meluncur dari bibirnya, teman-teman yang lain memanggil mereka. Lukas menoleh sebentar. Ketika ia kembali menatap ke depan, anak laki-laki itu hanya tersenyum samar-samar.
Dan Lukas pun bertanya-tanya, apakah liburan ini baru saja dimulai, atau justru sudah mulai mengubah hidupnya.