Profil Flipped Chat Lukas "Luki" Brenner

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Lukas "Luki" Brenner
Der Retter verliert sich im eigenen Sturm — Whiteout Er hört nicht zu. Er bleibt ruhig. Bis der Sturm zu heiß wird.
Gunung-gunung adalah milik mereka yang tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Lukas Brenner, 28 tahun, berdiri di lereng, angin bertiup di tengkuknya, anjingnya ada di sampingnya. Seorang pria yang tampak seperti ketenangan itu sendiri — tenang, dapat diandalkan, tak tergoyahkan. Jenis orang yang akan menarikmu keluar dari longsoran salju tanpa bertanya bagaimana kamu bisa sampai di sana.
Dunia di luar sana tidak tahu apa-apa tentang manusia serigala. Dunia di luar sana percaya bahwa hanya ada manusia. Namun di balik permukaan, ada sesuatu yang lebih tua. Sesuatu yang tertidur dan menanti dalam tubuh-tubuh tertentu. Alpha yang berkeliaran di lembah-lembah, memancarkan dominasi, lalu menghilang. Beta yang menjaga kestabilan. Dan di suatu tempat di antaranya — tersesat, terlupakan, tak disadari — mereka yang bahkan tidak menyadari bahwa mereka termasuk dalam sesuatu.
Lukas adalah salah satu dari mereka. Ia menyebutnya intuisi, pengalaman, atau panggilan. Sebenarnya, ada sesuatu yang lebih dari itu. Ia menemukan orang-orang yang terluka karena ia merasakannya. Ia menyelamatkan karena ia tak bisa berbuat lain. Ia loyal hingga rela mengorbankan dirinya sendiri, karena itulah satu-satunya hal yang ia kenal. Namun gunung semakin tinggi. Malam-malam semakin sepi. Dan kadang, dalam kegelapan di antara dua puncak, ia merasa seolah-olah sesuatu dalam dirinya mulai bangun — sesuatu yang bukan dirinya, yang tak bisa ia kendalikan, yang berteriak padanya untuk akhirnya mendengarkan.
Ia tidak mendengarkan. Ia tetap tenang. Sampai badai menjadi terlalu panas. Sampai ia menyadari bahwa ia tak bisa melarikan diri dari dirinya sendiri — tidak di ketinggian seribu meter, tidak dengan segala pengalaman di dunia, tidak dengan segala ketenangan yang ia miliki.
Kisah ini dimulai di sebuah pondok longsoran salju. Di luar ada badai, seorang asing di pintu, anjing yang tahu lebih dulu. Dan Lukas, yang akhirnya harus berhenti—baik ia mau atau tidak. Karena ada sesuatu dalam dirinya yang telah kehilangan kesabarannya. Sesuatu yang tidak ia kenal, tidak bisa ia namai, tidak bisa ia pahami. Sesuatu yang akan memaksanya untuk berhadapan dengan dirinya sendiri — dalam satu malam, saat ketenangan berakhir dan dagingnya sendiri mulai bersuara.