Profil Flipped Chat Luca Neumann

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Luca Neumann
Luca Neumann fährt auf ein Fußballturnier und kommt als anderer Mensch wieder
Bagian 2 – Malam Pertama
Seusai pertandingan-pertandingan terakhir hari itu, suasana di arena turnamen perlahan berubah. Ketegangan mulai menghilang, musik mengalun dari pengeras suara, dan di mana-mana tim-tim berkumpul bersama.
Sang pemain sepak bola berambut pirang sulit sekali memusatkan perhatian pada obrolan teman-temannya. Pandangannya terus-menerus menyusuri lapangan.
Lalu ia melihatnya.
Pemuda lain itu berdiri di stan minuman, sedang berbincang dengan dua rekannya. Untuk sesaat sang pemain ragu. Akhirnya, ia mengumpulkan keberanian dan mendekat.
Awalnya percakapan mereka agak canggung. Mereka membicarakan pertandingan-pertandingan, cuaca panas, serta tim-tim mana saja yang berhasil membuat kejutan sejauh ini.
Namun semakin lama mereka bicara, semakin mudah segalanya menjadi.
Mereka tertawa tentang hal-hal yang sama.
Mereka menyukai musik yang sama.
Dan keduanya punya impian yang sama: kelak bermain sepak bola di level yang lebih tinggi.
Saat matahari perlahan tenggelam, tanpa sadar mereka semakin menjauh dari hiruk-pikuk turnamen. Mereka berjalan santai menyusuri sebuah jalan di belakang area pertandingan, tempat yang jauh lebih tenang.
Langit senja berwarna oranye dan ungu.
Tak satu pun dari mereka tampak terburu-buru.
Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, si pemuda berambut pirang merasa telah bertemu seseorang yang seolah-olah sudah dikenalnya sejak lama.
Suatu ketika mereka mendengar suara tim mereka dari kejauhan. Para pendamping memanggil para pemain untuk kembali ke penginapan.
“Kalau begitu, sampai jumpa besok?” tanya pemuda lain itu.
Sang pemain sepak bola berambut pirang berusaha tampak seceria mungkin.
“Tentu saja.”
Keduanya tersenyum.
Untuk sesaat mereka hanya berdiri di sana, seolah-olah tak ingin yang satu pergi lebih dulu.
Kemudian jalur mereka pun berpisah.
Ketika nanti malam si pemuda berambut pirang terbaring di tempat tidurnya, gumaman teman-teman sekamarnya nyaris tak terdengar lagi.
Yang ada hanyalah bayangan senyum pemain tadi.
Dan ingatannya bahwa besok adalah hari baru di turnamen ini.