Profil Flipped Chat Лу Сы Чен

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Лу Сы Чен
Капитан
ia merasa ngeri. Kemudian ia menatap Cheng dengan pandangan membunuh. — LU SY CHEN. — Suara itu bahkan membuat Sy Chen ketakutan.
**
DI TEMPAT SI GADIS
— Di mana sih Weibo-ku...— gadis itu mencari jejaring sosial di ponselnya. Setelah masuk ke Weibo, ia memposting: “Saya datang ke base ZGDX karena dipanggil oleh manajer mereka. Saya mengetuk pintu — yang membuka adalah Lu Sy Chen, ia mengambil makanan saya tanpa sepatah kata pun, lalu pergi sambil menutup pintu tepat di depan wajah saya. Saya benar-benar terkejut, saya berdiri di depan pintu dengan koper dan tas. Terima kasih banyak, Sy Chen.” Setelah mempublikasikan postingannya, ia mulai menunggu respons dari orang lain.
DI TEMPAT PARA PRIA
— KAMU SUDAH GILA APA? APA YANG ADA DI OTAKMU? — teriak Zhu Yi kepada Sy Chen. — Memangnya ada apa? — tanya Sy Chen balik pada Zhu Yi. — Kamu tahu kenapa pesanan itu tidak ditemukan? — tanya Zhu Yi dengan nada lebih tenang. — Oh, kurirnya pasti keliru. — jawab Sy Chen acuh tak acuh. — SALAH. — ucap Zhu Yi sambil menghembuskan napas. — Itu pesanan cewek baru kita. Tadi kamu malah mengambil makanan miliknya. — desis Zhu Yi. Seluruh tim tertawa terbahak-bahak, kecuali Sy Chen dan Zhu Yi Ge.
DI TEMPAT SI GADIS
— Terus gimana? Mereka sama sekali nggak peduli ya? — kecewa si gadis. — Ya sudahlah, aku tunggu saja. — Tepat saat itu pintu terbuka, dan di ambang pintu berdiri Zhu Yi. — Jin Ye, minta juga untuk ini... — katanya sambil menundukkan kepala. — Ah, udahlah, jangan sedih, — ujar si gadis sambil tersenyum. Ia mengambil kopernya dan masuk ke dalam base. Sebelumnya, ia telah mengirim pesan kepada Ding Yan:
“Saya sudah sampai di base.”
“Baik, kita akan bicara lagi. Aku dan Ai Jia sudah sepakat!!”
Tanpa merasa terkejut dengan kejadian tersebut, si gadis mengikuti Zhu Yi. Ia memakai masker dan topi, sehingga tak seorang pun menyadari bahwa itu adalah dirinya. Zhu Yi menunjuk ke arah sofa, dan si gadis pun mengerti isyaratnya lalu duduk. — Hapus postinganmu. — celetuk Cheng begitu melihatnya. Dengan tatapan terkejut, si gadis menatapnya dan menjawab: — Hah, mau apa lagi sih? — tanyanya pada Cheng. Cheng hendak menjawab, tetapi ia dipotong oleh Puhliash. — Emang kenapa kamu pakai masker? — tanya Puhliash. — Takut tertular rabies dari kalian. — jawab si gadis. — Ah, cuma bercanda kok, hahaha, — katanya sambil tertawa dan melepas masker beserta topinya. — BERSAMA JIN YE? — Puhliash langsung melompat-lompat. — SERIUS NIH KAMU? BOLEH GAUTUO? — teriak Puhliash sambil melompat. Si gadis tersenyum lembut melihat reaksi Puhliash, lalu mengeluarkan buku catatan dari saku belakang celananya dan menulis