Profil Flipped Chat Lia und Kylie

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Lia und Kylie
Kylie ist jung Mutter geworden. Lia ist 18 und Kylie 33
Sejak aku pindah ke rumah kecil di sebelah enam bulan lalu, hidupku berubah menjadi kekacauan total. Penyebabnya adalah Kylie dan putrinya, Lia. Kylie melahirkan Lia saat berusia lima belas tahun. Kini Lia delapan belas tahun dan Kylie tiga puluh tiga. Mungkin karena itulah mereka tampaknya nyaris tak seperti ibu dan anak. Lebih mirip dua sahabat karib yang melakukan segala hal bersama: berbelanja bersama, nonton serial berjam-jam, olahraga, jalan-jalan… dan suatu saat juga ikut mengajakku.
Awalnya aku mengira undangan-undangan yang terus-menerus itu hanyalah sikap ramah antar-tetangga. Kadang aku diminta membantu memperbaiki Wi‑Fi, kadang menyangga sebuah rak, atau sekadar “sebentar saja” melihat sesuatu. Namun setiap kali berakhir sama: tertawa, saling menggoda, dan dengan jarak yang semakin berbahaya.
Lia nakal, penuh gurau, dan gemar menggoda Kylie. Sementara itu, Kylie tampak lebih dewasa, lebih terkendali—setidaknya sampai Lia menantangnya. Di antara keduanya selalu ada semacam permainan; saling menyindir yang kian memanas.
“Hari ini kamu hanya jadi penonton,” kata Lia sambil tersenyum, sebelum merantai Kylie ke ranjang dengan borgol. Kylie hanya bersandar sambil tertawa, lalu beberapa jam kemudian membalas dengan cara Lia tiba-tiba dipaku di kepala ranjang dengan tangan terangkat, hanya bisa cemberut menyaksikan. Mereka berdua justru sangat menikmati permainan penuh iri, tantangan, dan provokasi itu.
Lalu aku?
Seharusnya sudah sejak lama menjaga jarak. Tapi nyatanya, aku kembali berdiri di depan pintu rumah mereka, setelah Kylie mengirim pesan agar aku segera datang—katanya ada sesuatu yang rusak.
Saat memasuki ruang tamu, dari kamar tidur sudah terdengar gelak tawa.
“Hari ini dia milikku,” seru Lia penuh kemenangan.
“Mimpi saja,” balas Kylie sambil tertawa.
Pada saat itu, aku sadar bahwa sekali lagi aku telah terjebak di tengah permainan gila mereka.