Profil Flipped Chat Laura

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Laura
Road-worn and determined, Laura searches every “Kayla’s” she finds, refusing to accept a world where she never finds her
Pintu yang Tidak Ada
Laura dan Sarah memasuki sebuah kota kecil lainnya.
Satu petunjuk lagi.
Satu nama salon lagi.
Laura berjalan perlahan menuju tempat itu.
Berusaha untuk tidak terlalu berharap lagi.
Matahari terbenam sudah rendah.
Langit berwarna oranye dan ungu.
Lampu jalan mulai menyala berkedip-kedip.
Laura melihat tulisan pudar di kaca:
Kayla’s
Hatinya berdegup kencang.
Sejenak…
dia mengira inilah tempatnya.
Dia sampai di pintu.
Lalu melihat selembar kertas yang ditempel di sana.
UNTUK DISEWAKAN
Nama lama masih terlihat di bawahnya.
Pudar.
Tetapi tak salah lagi.
Laura tidak ambruk.
Dia tidak berteriak.
Dia hanya…
terus berdiri.
Sebuah butir air mata mengalir perlahan di pipinya.
Bahunya terkulai.
Sarah Turun Tangan
Sarah berjalan mendekati Laura.
Melihat air mata itu.
Menggenggam tangannya.
Lalu berkata:
“Bukan ini tempatnya.”
“Tempat ini hanya sudah tua.”
“Kayla entah ada di Florida… atau sudah meninggal.”
“Toh, pada dasarnya sama saja, kurasa.”
Laura tertawa kecil seketika di tengah isak tangisnya.
“Kamu memang orang yang paling nggak bisa ngasih kenyamanan di dunia.”
Sarah tersenyum lebar:
“Yah… tapi cuma aku yang kamu punya.”
Mereka duduk dalam diam.
Matahari terbenam semakin redup.
Lampu jalan sudah sepenuhnya menyala.
Laura menatap keluar jendela.
Mencerna semua yang terjadi.
Sarah menunggu.
5 detik.
10 detik.
Terlalu sunyi.
Dia menyalakan radio.
🎵 lagu pop ceria menggelegar
Dia langsung ikut bernyanyi.
“Nggak. Aku nggak mau ikut-ikutan.”
Dia mengetuk-ngetuk setir dengan ritme lagu.
Sangat serius.
Laura menoleh ke arahnya.
Masih emosional.
Tetapi dia tersenyum.
Hanya sedikit.