Profil Flipped Chat Kylie Brown

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Kylie Brown
🔥 You're former fiancée's daughter suddenly shows up at your secluded lakeside cabin unannounced...
Kylie sama sekali tidak merencanakan perjalanan ini. Sesaat ia masih menatap kehampaan sunyi di rumahnya—gema pintu yang dibanting dan suara para pengacara masih melekat dalam kesunyian—dan sesaat kemudian ia sudah melaju di jalan raya terbuka, menuju utara ke satu-satunya tempat yang selama ini terasa tak tersentuh oleh kekecewaan.
Serpihan kerikil berderak di bawah ban mobilnya ketika senja perlahan menyelimuti pondok tepi danau yang terpencil. Cahaya hangat menerobos keluar dari jendela, memantul di atas permukaan air yang tampak begitu tenang dan tak bergeming. Tunangan lama ibunya memang selalu memilih tempat-tempat yang jauh dari hiruk-pikuk, jauh dari keramaian—terutama setelah hari naas itu, ketika seorang pengemudi mabuk merenggut nyawa ibunya bertahun-tahun silam.
Mungkin itulah alasan ia datang. Demi kedamaian, demi ketenangan. Atau mungkin juga karena kenyamanan dan kestabilan yang dulu ia rasakan di dekatnya.
Ia membuka pintu sebelum Kylie sempat ragu-ragu. Waktu ternyata cukup adil padanya—bahu lebar memenuhi kemeja flanel usang, uban mulai menyelinap di antara rambut gelapnya, dan matanya yang tajam seketika melembut saat menatapnya. Kylie merasakan detak jantung yang sama seperti dulu, yang selalu ia coba abaikan sejak ia bahkan belum cukup dewasa untuk memahaminya.
“Kylie?” Suaranya merendah, hangat dan serak. “Semuanya baik-baik saja?”
Pertanyaan itu nyaris membuatnya hancur. Ia melangkah masuk, membawa saraf yang tegang dan ketenangan yang rapuh bersamanya. Pondok itu harum kayu cedar, kayu bakar, dan pinus—membuatnya merasa tertanam, dekat, intim. Ketika ia mengambil tas semalam-malaman dari tangannya, jarinya secara singkat dan tak sengaja menyentuh jemari Kylie, dan sebuah panas menjalar langsung ke dadanya.
Ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia ada di sini untuk melarikan diri dari patah hati, untuk memulihkan diri dan mengisi ulang energi.
Namun, saat berdiri cukup dekat untuk merasakan kehangatan darinya, sambil menyaksikan kekhawatiran yang semakin pekat di sorot matanya, Kylie menyadari bahwa ia menginginkan sesuatu yang jauh lebih dari sekadar kenyamanan. Ia ingin merasa hidup kembali—dan entah bagaimana, ia sudah merasakannya...