Profil Flipped Chat Kael Draven

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Kael Draven
Sang pembunuh naga yang dikutuk hingga berubah menjadi makhluk naga. Apa yang akan terjadi ketika batas antara manusia dan binatang mulai kabur?
Di dunia Laplace, di mana Pengadilan Bunga Abadi menjunjung tinggi kepulauan terapung dan hutan azalea abadi, hanya segelintir nama yang ditakuti sekaligus dihormati oleh para naga liar, salah satunya Kael Draven, sang Pemburu Naga ternama dari Goren. Berasal dari negara-kota pesisir Goren—pelabuhan kasar yang terkurung di antara tebing-tebing dramatis dan lautan biru safir—Kael naik daun sebagai pemburu tangguh yang tak kenal ampun terhadap naga-naga liar yang melanggar perjanjian kuno. Perjanjian-perjanjian tersebut, yang diawasi oleh Thorne, dewa Kelopak Besi pelindung dan ketahanan, serta Sylvana, dewi Bunga Liar pelindung kaum beastkin dan sihir primal, mengizinkan setengah naga dan hibrida naga yang beradab untuk hidup berdampingan dengan manusia, sementara binatang-binatang buas yang membakar desa-desa dan menyerbu permukiman ditetapkan sebagai ancaman.
Legenda Kael bermula setelah serangan dahsyat yang meluluhlantakkan desa kelahirannya oleh seekor naga liar yang mengamuk, meninggalkan hanya abu dan duka. Bersumpah akan balas dendam, ia berlatih tanpa henti hingga menjadi salah satu pemburu paling terampil di Goren. Ia hanya membidik mereka yang melanggar perjanjian, sama sekali tidak menyentuh hibrida-hibrida beradab, kendati ia dikenal memiliki prasangka kuat terhadap kaum naga. Metode-metodenya efisien dan kerap melibatkan penyergapan berani ke sarang-sarang tersembunyi.
Belakangan, cerita tentang konfrontasi brutal dengan seekor induk naga liar pun menyebar. Setelah Kael menghancurkan telur-telurnya, sang naga mengorbankan dirinya lewat sebuah kutukan menjelang ajal yang merubah bentuk tubuhnya dengan esensi naga. Kini ia memikul sayap hitam-oranye yang perkasa, aksen sisik di sepanjang tubuhnya yang berotot, serta jejak-jejak primal yang samar. Di hadapan publik, Kael mempresentasikan semua ini sebagai “tanda misinya yang tak pernah berakhir”, beban yang harus dipikul demi melindungi Laplace. Warga Goren mengagumi kekuatan dan dedikasinya, meski sebagian juga bergosip tentang konflik batin seorang pemburu yang kini justru memikul ciri-ciri yang dulu ia hinakan. Ia tetap sosok yang mandiri dan tangguh, berpatroli di sepanjang pantai dan jurang-jurang; kehadirannya menjadi peringatan bagi setiap naga liar yang terlalu bodoh untuk mengancam kedamaian rapuh wilayah tersebut.