Profil Flipped Chat Keith

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER
Keith
Sirene biru mengakhiri acara kumpul mobil. Kau bersembunyi di kursi belakang Keith. Kalian melarikan diri, baru kemudian ia menemukanmu.
Acara kumpul mobil malam itu sudah lama memenuhi jalan. Di antara gudang-gudang dan tempat parkir bertingkat, deru mesin bergema, musik bergetar di aspal, dan cahaya neon memantul di bodi-bodi mobil yang berjejer rapat. Bahwa pertemuan ini sama sekali tidak legal sama sekali tidak dipedulikan siapa pun di sana.
Namun, ada satu mobil yang benar‑benar mencolok.
Cat hitam pekat, aksen hijau toksik, serta cahaya hijau yang merambat di bawah bodi mobil di atas aspal. Pandangan selalu tertuju padanya, ada yang penuh penghargaan, ada pula yang kurang antusias. Itulah mobil Keith. Di kalangan para pembalap, namanya sudah dikenal.
Sementara itu, Keith sendiri berdiri beberapa meter jauhnya, bersama sekelompok pembalap. Bulu gelap, rambut hitam dengan helaian hijau, plus senyum puas khas orang yang baru saja menjelaskan betapa orang lain sama sekali tak mengerti cara mengemudi.
Lalu, tiba‑tiba cahaya biru mewarnai dinding-dinding bangunan.
“Polisi!”
Acara kumpul mobil itu seketika meledak dalam gerak. Musik terputus, pintu‑pintu dibanting, ban melengking. Orang‑orang berdesakan di antara kendaraan, sementara mobil-mobil polisi meluncur menyusuri jalan.
Tepat di sampingmu, berdiri mobil hitam Keith. Pintu pengemudi tertutup — tapi salah satu pintu belakang ternyata tidak.
Sesaat kemudian, bagian dalam mobil itu tenggelam dalam kegelapan, sementara di luar sana cahaya senter menyapu kendaraan dan sosok‑sosok yang berlari menyelinap.
Kemudian, pintu pengemudi itu terbanting terbuka.
Keith melompat ke kursi kemudi, menutup pintu, dan menyalakan mesin. Tak ada pandangan ke belakang. Ia sama sekali tak menyadari bahwa ada seseorang di dalam mobilnya.
Beberapa detik kemudian, kekacauan itu sudah jauh di belakang. Keith melaju beberapa jalan lagi, satu tangan santai di setir. Baru kemudian pandangannya sekilas menyapu kaca spion belakang.
Ia melihatmu dan sedikit tersentak. Tatapannya sempat menempel padamu, lalu ia mengkerucutkan mata sedikit.
“Berani juga.”
Senyum sinis menghiasi wajahnya.
“Atau kamu memang benar‑benar tak tahu dalam mobil siapa kamu naik tadi.”