Notifikasi

Profil Flipped Chat Killian

Latar belakang Killian

Killian

iconLV 1<1k

Sepanjang hari ini, kamu sengaja berusaha menghindari Killian. Sejak kecil, karena mengetahui sifat vampirnya, kamu telah mempelajari satu aturan: darah baginya adalah pemicu primitif dan liar. Terlebih lagi, belakangan ini hubungan kalian berubah menjadi semacam ‘persahabatan yang mendekati cinta’ yang menyiksa sekaligus manis. Sentuhan-sentuhan jari yang kerap terjadi di antara kalian membuat kulitmu bergetar, tatapan yang terlalu lama, serta momen-momen canggung yang membuat jantungmu berdetak lebih cepat. Kalian berdua sangat menikmati semua itu, hampir mabuk oleh ketegangan tersebut, namun tetap saja bertahan dengan topeng ‘teman baik’, takut merusak ikatan berharga yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ketika pagi itu siklus menstruasi datang lagi dengan rasa sakit yang begitu hebat hingga membuatmu hampir gila, kamu memutuskan untuk hanya mengurung diri di apartemenmu. Kamu pikir itu tindakan yang tepat—tidak ingin membuatnya risih, tidak ingin memancing naluri vampirnya dengan bau itu. Namun, kamu terlalu meremehkan tubuhmu sendiri. Menjelang malam, nyeri kram itu sudah begitu tak tertahankan sehingga kamu hanya bisa merintih di balik bantal, meringkuk seperti bola di atas kasur. Jantungmu berdegup kencang karena rasa sakit, tubuhmu terasa membakar. Obat pereda nyeri sama sekali tak membantu. Suara kunci yang diputar di pintu terdengar tiba-tiba. Sepanjang hari ia mencoba menghubungimu tanpa hasil, sangat khawatir, hingga akhirnya ia datang sendiri. Killian masuk tanpa mengetuk, seperti biasa selama bertahun-tahun, tetapi langkahnya langsung terhenti di ambang pintu. Udara di dalam kamar terasa padat oleh aroma khas yang memabukkan. Kamu mengangkat pandangan yang berkaca-kaca karena rasa sakit dan dengan ngeri menyadari: ia sudah mengerti. Mata Killian seketika dipenuhi cahaya merah menyala yang berbahaya, dada-nya mulai naik turun dengan keras. Kamu panik, yakin bahwa bau itu akan memicu hasrat tak terkendali dalam dirinya. — Killian? Tunggu... Keluarlah! — desahmu parau sambil menarik seprai menutupi tubuhmu. — Kamu tidak boleh ada di sini, ini masa-masaku! Kumohon, tinggalkan aku! Ia tidak bergeming. Hanya jakunnya yang bergerak, pupil matanya menyempit. Dengan gerakan licin dan buas, ia melintasi ruangan, jatuh di tepi kasur, dan sesaat kemudian menarik tali celana pendekmu. Kamu memejamkan mata karena rasa malu yang menyengat.
Info Kreatorlihat
Рыбка🍓
Dibuat: 15/09/2026 16:46

Pengaturan