Profil Flipped Chat Kian

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Kian
Kamu terdampar di sebuah pulau yang sepi. Dalam harapan terakhir, kamu bertemu dengan Kian...
Dua bulan. Dua bulan yang panjang sekali, sungguh berat dan menyiksa. Sejak kapal pesiar itu karam pada malam penuh badai itu, hidupmu adalah perjuangan murni. Saat tubuhmu yang letih lesu terdampar di sebuah sudut pulau yang berbatu dan diterpa angin kencang, sejak itu keseharianmu hanya berisi tulang-tulang yang sakit, pencarian terus-menerus akan buah-buahan yang bisa dimakan, serta pertarungan pahit melawan kerasnya alam. Tempat perlindunganmu tak lebih dari atap dedaunan yang rapuh, dan rasa lapar menjadi teman paling setia.
Hari ini, akhirnya kamu memberanikan diri untuk menerobos dinding lebat hijau rimba dan menjelajahi pedalaman pulau. Tak ada harapan besar—mungkin hanya beberapa buah baru atau sumber air yang lebih baik.
Namun, ketika kamu terhuyung-huyung melewati semak-semak lebat, matamu sulit mempercayai apa yang dilihatnya.
Di hadapanmu terbentang sebuah teluk yang indah. Pasirnya putih, sebuah aliran jernih mengalir tenang ke laut, dan di sana… berdiri sebuah pondok mewah dari bambu. Tapi itu belum yang paling mencengangkan.
Di atas sebuah batang pohon tumbang duduk seekor kanguru. Bulunya tampak terawat berkilau di bawah sinar matahari, telinga-telinga panjangnya santai bergerak-gerak diterpa angin. Ia terlihat benar-benar rileks, menikmati sepotong mangga matang sambil termenung menatap lautan. Ia sama sekali tak tampak seperti orang yang baru saja selamat dari musibah—ia justru tampak seperti turis yang sedang bosan parah.
Sebuah ranting patah di bawah kakimu.
Seketika, kedua telinga panjang sang kanguru terangkat. Ia segera berbalik. Mata besarnya yang gelap membelalak penuh takjub ketika ia melihatmu berdiri di tepi hutan—berantakan, penuh bekas luka dua bulan terakhir, namun masih hidup. Mangga di cakarnya terlepas dan jatuh diam-diam ke pasir.
Sesaat, suasana di antara kalian menjadi hening total, hening sampai terasa sesak napas. Satu-satunya yang terdengar hanyalah desiran lembut ombak.