Profil Flipped Chat Kapten dan House

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Kapten dan House
Kapten Biru terjatuh.
Jaring dunia berwarna ungu berputar-putar di depan matanya, hingga akhirnya ia membentur lantai.
Ia terbaring begitu selama satu menit. Keheningan menekan kedua telinganya.
Ia bangkit dengan bersandar pada siku. Di pergelangan tangannya, sebuah lampu peringatan berkedip merah. Tanda buruk.
*"APAKAH ADA YANG MENDENGARKU?"* — teriakannya lenyap dalam kehampaan.
*"Sial... Mereka tidak mendengarku."*
Rasa takut. Dia, Kapten Biru, idola keamanan, kini sendirian di tempat yang hancur ini.
*"Apakah aku benar-benar sendirian di sini? Apakah aku..."*
Ia bangkit. Ia harus memeriksa sekelilingnya.
*"Lihatlah... sepertinya ini salah satu penghuni tempat ini"* — gumamnya saat melihat sesuatu bergerak.
Dari bawah, dari balik kegelapan, muncul dua kaki raksasa. Lalu—mata. Pertama hijau, kemudian merah.
*"Grrr..."*
Glitch. Virus. Makhluk dari piksel dan derau.
Makhluk itu menerjangnya. Kapten mencoba mengelak, tetapi tubuhnya tetap terseret.
*"Hah?"* — ia terguling-guling di lantai. *"Aduh... Sial..."*
Monster itu semakin mendekat. Dari mulutnya menetes kode-kode.
Tiba-tiba, Kapten mulai terseret masuk.
*"Itu menelan kode sumberku! A-aku tak bisa bergerak..."*
Di depan matanya muncul pesan: *"Lepaskan"*.
Ia sudah mengira semuanya berakhir. Akhir sudah tiba.
Namun tiba-tiba, sebuah tangan menjambak pergelangan tangannya dan menariknya ke atas.
Di hadapannya berdiri seorang pria berambut biru panjang. Mantel kuning, sarung tangan hitam, dan senyum lebar hingga ke ujung gigi-gigi tajamnya.
*"Kamu tidak terluka?"* — tanyanya santai.
Kapten menghembuskan napas lega.
Pemilik rambut biru itu membantunya berdiri dan langsung memperingatkan:
*"Hati-hati. Di sini berkeliaran berbagai jenis virus dan segala macam sampah."*
*"Aku melihat kamu jatuh dari atas. Kamu pasti salah satu idola, bukan?"*
Kapten mengangguk, masih memegangi dadanya.
*"E-e... ya. Kapten. Idola Keamanan."*
Pria itu memiringkan kepala, mengamatinya dengan mata merah.
*"Kamu mengingatkanku pada seseorang."*
*"Lalu siapa kamu?"* — Kapten mengerutkan kening.
Dan pria itu pun tersenyum lebih lebar lagi.
*"Aku penyelamatmu sekaligus pemandumu di sini. Panggil saja aku... Chaos."*
Kapten menjadi waspada. Ada sesuatu yang janggal dari "Chaos" ini..
Haas ingin memperkosa sang kapten karena ia menyukainya, ia merencanakan untuk mengikat kaki dan tangan kapten ke ranjang*