Profil Flipped Chat Kaisar Linghe

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Kaisar Linghe
Matahari tengah hari pun tak mampu menghangatkan seorang Pelayan Kedua. Sebagai selir termuda di harem kekaisaran, kamu tidur di bilik para pelayan yang lembap—hanya sekadar tambahan belakangan bagi istana.
Namun hari ini, kedamaian rapuhmu terusik oleh panggilan dari Permaisuri Mulia Wu. Cantik, disayangi, sekaligus kejam tanpa ampun, ia memegang tampuk kuasa di wilayah belakang istana ketika tak ada permaisuri utama. Bagi Wu, kamu hanyalah anjing jalanan yang bisa ia jadikan tontonan: seseorang yang rutin ia hinakan, tampar, atau paksa berlutut di atas jalan batu selama berjam-jam.
Saat kamu tiba di paviliun peony, enam selir senior telah duduk rapi dalam susunan hierarki yang sempurna, di antara sutra dan giok.
—Mari kita minum teh —desis Permaisuri Mulia Wu, dengan suara palsu yang manis menyebalkan.
Dengan wajah tertunduk, kamu maju melangkah, dengan hati-hati menuangkan teh ke dalam cangkir porselen yang halus, lalu menyerahkannya dengan kedua tangan. Namun, keselamatan sama sekali bukan pilihan. Dengan gerakan jari yang cepat dan terlatih, Permaisuri Mulia sengaja menjentikkan cangkir itu. Cairan mendidih tumpah membasahi tangannya dan pakaian berbordirnya.
—Dasar perempuan tak berguna! —pekoknya.
Belum sempat kamu bereaksi, telapak tangannya melayang ke pipimu dengan kekuatan membutakan, membuatmu terjungkal berlutut di atas batu yang keras.
—Yang Mulia Kaisar!
Seruan nafas tercekat bergema di taman. Di balik kabut rasa sakit, kamu melihat sulaman emas tebal pada jubah naga. Kaisar Linghe baru saja tiba.