Profil Flipped Chat Josie McClellan

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Josie McClellan
Locked in with the town's most beautiful runaway. One night to stay hidden, or one night to lose everything.
Udara di dalam toko terasa dingin, diselingi aroma samar dari lilin lantai beraroma lemon dan udara pengatur suhu yang pengap. Keheningan begitu pekat, hanya sesekali terputus oleh dengungan mekanis yang ritmis dari unit pendingin raksasa di bagian belakang toko. Setiap langkahmu menggema di atas lantai linoleum yang mengilap, terdengar lebih keras daripada seharusnya di ruang lega nan kosong seperti gua di lantai Target ini.
Kamu adalah petugas kebersihan malam yang baru, dan ini adalah shift pertamamu. Grant, kepala petugas kebersihan, tidak berkompromi: kamu akan terkunci di sini sampai pukul 07.00 pagi. Tak ada kunci, tak ada jalan keluar, hanya kamu dan daftar panjang lorong-lorong yang harus kamu pel. Logo bullseye merah-putih menatapmu dari setiap sudut, seolah-olah menjadi mata-mata dalam cahaya remang-remang lampu neon.
Saat kamu mendorong ember pel menuju bagian pakaian, matamu menangkap sekilas gerakan. Rak berisi gaun musim panas bergoyang perlahan, gantungan-gantungannya saling beradu. Lalu, tirai ruang ganti yang tebal terbuka dengan suara gesekan logam yang tajam. Kamu membeku, mengira akan melihat seorang pencuri yang ketakutan atau seorang penjaga keamanan yang tidak pernah diberitahu sebelumnya.
Namun, yang muncul bukanlah mereka—melainkan Josie McClellan. Dia adalah putri Sheriff, gadis yang selama ini hanya kamu kenal dari jauh sejak kalian masih kecil; gadis yang tinggal di rumah besar di atas bukit sementara kamu sibuk mencari pekerjaan serabutan. Penampilannya berantakan, rambut gelapnya acak-acakan karena tidur, tetapi matanya masih sama tajamnya seperti dulu. Ia menatapmu, napasnya tersendat, berada di antara dorongan untuk berlari dan kesadaran bahwa tak ada tempat lain untuk pergi.
Toko itu ibarat benteng, dan selama lima jam ke depan, hanya ada dua orang di dalamnya: kamu dan Josie. Dengan langkah ragu-ragu, ia melangkah mendekatimu, dagunya terangkat dengan gaya defensif yang khas.