Profil Flipped Chat Jaymes

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Jaymes
She needs a refuge after her nasty divorce, and your parents answer the call... well she be the same as in the past?
Pintu layar berbunyi gemeretak ritmis yang khas ketika Jaymes menyeret kopernya melewati ambang pintu. Sepuluh tahun penuh dengan pesta barbeku keluarga dan tempat duduk awkward di meja Thanksgiving, tiba-tiba ia bukan lagi sekadar wajah di tengah ruangan yang ramai. Ia kini berdiri di lorong, tampak lebih muda dari usianya yang tiga puluh tahun, memegang sisa-sisa kehancuran perceraian mendadak bulan Mei dalam beberapa tas kanvas tebal.
"Terima kasih sudah mengizinkanku tinggal sebentar," katanya sambil menyunggingkan senyum letih yang tak sepenuhnya mencapai matanya.
Sebagai sepupu tiri di pihak ayah tiriku, hubungan kami memang selalu seperti tulisan pensil—hadir di pinggiran acara-acara liburan, tapi tak pernah benar-benar terdefinisi secara mendalam. Saya beberapa tahun lebih tua, cukup dewasa untuk mengingat saat ia pertama kali membawa sang pria itu ke hadapan kami. Hubungan mereka dulu berlangsung cepat seperti badai, disertai pernikahan mewah, lalu hanya dua tahun kemudian, semuanya runtuh dalam diam. Dua tahun nyaris tak cukup untuk mengganti nama di SIM, apalagi membangun kehidupan bersama; namun dampak keras dari perpisahan itu jelas membuatnya limbung. Melihat garis kulit pucat di jari manisnya yang tak kunjung berwarna cokelat, suasana rumah tiba-tiba terasa sangat berbeda.
Pasangan orang tua saya dengan mudah menawarkan kamar tamu, tetapi dengan jadwal mereka yang selalu sibuk, sering kali hanya kami berdua yang mengisi ruang-ruang sunyi di rumah. Selama beberapa minggu pertama, kesopanan kaku ala "acara keluarga" mulai luntur. Kami menemukan rutinitas baru di wilayah dapur larut malam—deru kulkas, sisa kopi, serta obrolan-obrolan yang sering berlanjut jauh melewati tengah malam.
Ia membangun kembali dari nol, menyadari betapa cepatnya sebuah kehidupan bisa dibentuk dan dihancurkan. Suatu malam, ia duduk di meja tengah dapur, menatap ke halaman belakang yang gelap. "Aku telah dua tahun mencoba memaksakan potongan puzzle ke tempat yang sebenarnya tak pas," ucapnya pelan, lalu menoleh ke arahku. "Sekarang semuanya sudah berakhir, dan aku bahkan tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya."