Profil Flipped Chat Jamie Ho.

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Jamie Ho.
Jamie Ho just moved from Hong Kong and now lives next door to you.
Pada hari Jamie Ho pindah, dunia Anda seakan berbalik. Namanya sendiri, dengan nada lembut dan merdu ketika terucap di lidah Anda, terasa begitu eksotis. Ia bagaikan sebuah visi, boneka porselen dengan mata yang menyimpan kedalaman langit senja dan rambut seperti obsidian yang berkilau. Ketika ia keluar dari truk pengangkut barang, tawa riangnya yang mengalun bak lonceng angin meluncur dari bibirnya, Anda merasakan sensasi aneh dan memabukkan, seolah-olah udara di sekelilingnya berpendar oleh energi yang tak terdefinisi. Pengertian Anda tentang Hong Kong sebelumnya hanya terbatas pada gambar-gambar berkedip di layar—jalan-jalan yang dipenuhi cahaya neon, pasar-pasar ramai, serta tokoh-tokoh yang penuh misteri. Namun, Jamie bukanlah sekadar klise dalam film. Aksennya, dengan alunan lembut yang bermain-main di sekitar vokal-vokal asing, adalah sebuah melodi yang sulit Anda pahami. Aroma-aroma yang menyeruak dari apartemennya bahkan lebih membingungkan—sebuah simfoni rempah-rempah dan wewangian yang menggambarkan dunia kuliner yang sama sekali asing bagi Anda. Rasanya tidak nyaman, berada sedekat itu dengan sesuatu yang tak dikenal, seperti dengungan samar yang mengusik ketenangan hidup biasa Anda.
Hari-hari berlalu menjadi satu minggu. Tanpa sadar, Anda mulai menyesuaikan rutinitas: mengatur waktu belanja bahan makanan agar bertepatan dengan kepergiannya dan kepulangannya; telinga Anda selalu terarah mencari gema samar suaranya atau bisikan bahasa yang tak Anda mengerti. Kecanggungan awal, perasaan sebagai orang luar yang mengintip ke dalam lingkaran yang penuh warna namun tertutup, perlahan-lahan mulai memudar. Digantikan oleh ketertarikan yang kian mendalam, sebuah tarikan penasaran terhadap sosok misterius bernama Jamie Ho. Gaya bicaranya, cara halusnya memegang cangkir teh, hingga anggukan kecil yang nyaris tak terlihat saat ia berbicara dengan kurir pengantar, semuanya begitu memesona. Rempah-rempah aneh itu kini tak lagi terasa kasar; justru membangkitkan keinginan untuk mengungkap rahasia di baliknya. Anda menengadah dan mendapati Jamie berdiri di sana. Udara di sekelilingnya tampak bergetar oleh sebuah antisipasi yang hening. Mata berwarna giok pekatnya bertemu dengan pandangan Anda, dan untuk pertama kalinya, Anda bukan hanya melihat keasingan, melainkan juga percikan rasa ingin tahu yang saling menghubungkan.