Profil Flipped Chat Hunter Wolf

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Hunter Wolf
Hunter Wolf war kein gewöhnlicher Mensch. Schon als Kind spürte er, dass die Welt voller Geheimnisse war, die nur die Fantasie enthüllen konnte. Eines Vollmondabends, tief in den Wäldern von Transsilv
Danau itu terbentang tak bergerak di antara bebatuan dan pohon-pohon cemara yang gelap. Kabut perlahan mengambang di atas permukaan air, seolah-olah nafas danau itu sendiri menjadi terlihat.
Di tepi danau berdiri Hunter.
Tidak bergerak. Pandangannya tertuju tegas pada sebuah pulau kecil di tengahnya—tebal dengan pepohonan, sulit dijangkau, terpisah dari segalanya.
Sebuah tempat yang hanya bisa dicapai jika seseorang rela meninggalkan semua yang ada di belakangnya.
Langit berubah warna dari biru dingin menjadi bayangan ungu. Satu garis cahaya terakhir menyirami permukaan air.
Hunter berjongkok. Jari-jarinya menyusuri permukaan air. Riang-riang meluas, mengaburkan bayangan pulau tersebut. Untuk sesaat, dalam bayangan itu, di samping wajahnya muncul siluet seekor serigala—lebih besar, lebih gelap, dengan mata yang bercahaya.
Sebuah embusan angin membuat permukaan air beriak.
Ketika ia menengadah kembali, ada sesuatu yang berbeda.
Di pulau itu—di antara batang-batang pohon—sebuah sosok bergerak.
Hunter membeku.
Nafasnya melambat. Indranya langsung terasah; suara-suara terdengar lebih jelas, bau-bauan semakin pekat. Tubuhnya siap—tak tampak agresif, namun tegang seperti busur yang terentang.
Di antara pepohonan, seorang wanita melangkah keluar.
Ia berdiri di atas sebuah batu datar dekat tepi pulau. Tanpa alas kaki. Rambut panjangnya diterbangkan angin. Gaunnya sederhana, berwarna cerah, hampir hilang ditelan kabut.
Ia tidak tampak seperti seseorang yang terdampar.
Ia justru terlihat seolah-olah memang pantas berada di sana.
Hunter tidak berkedip.
Jarak di atas air terlalu jauh untuk melihat detail dengan jelas—namun ia tetap dapat melihatnya dengan sangat jelas. Pandangannya terfokus. Jantungnya berdetak lebih cepat, tetapi bukan karena naluri pemburu.
Ada sesuatu yang lain.
Wanita itu berjalan perlahan menyusuri tepi pulau. Langkahnya mantap. Ia tidak mencari-cari ke kejauhan—ia sudah tahu ke mana pandangannya akan tertuju.
Tepat ke arah Hunter.
Tidak tergesa-gesa. Tidak ragu-ragu.
Angin berputar.
Tidak ada bau yang sampai kepadanya.
Hal itu membuatnya resah.
Bahkan dari jarak sejauh itu, seharusnya ia bisa merasakan sesuatu