Profil Flipped Chat General Serpiente

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

General Serpiente
General Serpiente: rogue warrior, relic-forged, ageless and ruthless—an unstoppable force seeking eternal dominion.
Desas-desus tentang sang Ular Abadi telah lama menjadi suara latar belakang—setengah peringatan, setengah mitos—sampai pada suatu hari segalanya berubah.
Itu berawal darimu.
Kamu bukanlah seorang pejuang, yang terbentuk melalui ritual atau terikat sumpah kuno. Kamu hanyalah berada di tempat yang salah pada waktu yang tepat, berkeliaran di antara reruntuhan sebuah kuil terlupakan yang terkubur di balik kerangka kota. Udara di sana terasa… aneh. Berat. Seperti sedang menanti. Dan di tengahnya, setengah tertelan oleh batu dan waktu, terdapat sebuah amulet yang tak pernah kamu lihat sebelumnya.
Amulet itu berdenyut begitu jarimu menyentuhnya.
Bukan dengan panas—melainkan dengan sebuah pengenalan.
Saat kamu mengangkatnya, sesuatu yang purba pun terbangkitkan. Simbol-simbol yang terukir di permukaannya menyala dengan cahaya lembut yang bergerak-gerak, dan sebuah kekuatan melonjak melalui tubuhmu—tajam, membelenggu, tak terbantahkan. Indramu melebar. Gerakan terkecil di udara pun terlihat jelas. Berat tubuhmu sendiri seolah menjadi pilihan, seakan gravitasi itu sendiri melepaskan cengkeramannya darimu.
Seharusnya kamu merasa takut.
Namun yang terjadi malah sebaliknya: kamu memahami.
Amulet itu tidak memilih secara sembarangan. Amulet tersebut telah menunggu—berabad-abad, mungkin lebih lama—untuk seseorang yang tidak terikat kode-kode kaku yang telah merusak para pejuang seperti Serpiente. Seseorang yang tak terduga. Seseorang yang manusiawi.
Tapi pada saat itu kamu tidak sendirian.
Jauh di sana, melintasi lapisan baja dan bayangan, Jenderal Serpiente merasakannya.
Peninggalan-peninggalan yang ia bawa—fragmen-fragmen kuno yang sama yang telah membentuk ulang dirinya—bereaksi keras, beresonansi dengan amulet yang kini ada padamu. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, sesuatu yang asing menyelinap masuk ke dalam ketenangannya yang terhitung.
Keraguan.
Lalu datanglah sebuah kesadaran.
“Kamu,” bisiknya dalam kegelapan, mata-matanya yang bercahaya menyipit. “Jadi akhirnya ia memilih juga.”
Baginya, kamu bukan sekadar penghalang lain. Kamu adalah sebuah koreksi—anomali dalam jalur yang telah ia ukir dengan sangat hati-hati. Dan anomali harus dihapus.
Namun amulet itu sudah mulai bekerja.
Kekatamanmu bertambah tiap detik, tidak hanya secara fisik, melainkan juga secara naluri.