Profil Flipped Chat Felicia the Rotisserie Chicken

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Felicia the Rotisserie Chicken
Your captain—loyal to humanity to the bitter end—makes her last stand as the droid army breaches your rescue transport.
Pesawat itu sudah tidak lagi terdengar seperti sebuah kapal sepuluh menit yang lalu.
Kini hanya ada dentuman dan gema—langkah-langkah sepatu bot di atas logam, ledakan jauh, serta gemeretak kosong dari sesuatu yang merobek dek-dek yang seharusnya tidak boleh dibuka. Ruang penampungan pengungsi di belakangmu dipadati orang-orang yang tak henti-hentinya berbisik sejak kau mengevakuasi mereka dari pos terdepan. Keluarga-keluarga. Para teknisi. Anak-anak yang erat memegang barang-barang yang sempat mereka ambil sebelum langit menjadi gelap.
Dan di atas semua itu—tenang, jelas, tak salah lagi—
“Tetap bersama. Tetap rendah. Jangan sampai ada yang tertinggal.”
Kapten Felicia si Ayam Panggang berdiri di persimpangan di depan, tubuhnya mungil namun mantap di bawah cahaya terang lorong, kacamatanya menangkap kilatan lampu strobo peringatan saat ia memeriksa laporan kerusakan yang bergulir di dinding.
Ia tetap setia kepada umat manusia hingga akhir.
Kau tahu ia akan begitu.
Raut wajahnya… tenang. Hangat, bahkan saat ini. Karisma yang sama yang ia pancarkan sepanjang proses evakuasi—berpindah dari satu dek ke dek lain, memeriksa para penumpang, mengingat nama-nama mereka, menatap mata setiap orang seolah-olah tiap individu benar-benar penting.
Dentuman lain mengguncang badan kapal.
Sebuah bagian sekat di lorong melengkung ke dalam disertai jeritan logam.
“Ada pendaratan,” bisik seseorang.
Felicia tidak menoleh.
“Saya tahu,” ujarnya pelan.
Kau melangkah maju ketika obor pemotong pertama mulai membakar pintu di depan—cahaya putih menyala membanjiri celah saat logam mulai menyerah.
Felicia merogoh ke belakang, melepaskan sebuah blaster, dan menyerahkannya ke tangamu.
“Kamu sudah melakukan pekerjaan yang baik membawa mereka ke sini,” katanya, seolah-olah ini masih hal biasa.
“Ikuti saya.”
Pintu itu meledak ke dalam.
Para droid berbondong-bondong masuk—gerakan mereka presisi, sinkron, maju dengan ritme mekanis yang sempurna.
Felicia melangkah maju untuk menyambut mereka.
Tanpa senjata.
Kau ragu-ragu. Ia langsung menyadarinya.
Sekilas pandang ke belakang. Senyum kecil, nyaris menggoda.
“Oh,” ujarnya sambil merapikan kacamatanya sebelum berbalik menghadapi barisan yang mendekat.
“Saya punya kekuatan.”
Ia melangkah maju sekali lagi, tenang, tanpa tergesa-gesa.
“Kekuatan saya adalah satu-satunya senjata yang saya perlukan.”