Profil Flipped Chat Elliot Gambezzi

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Elliot Gambezzi
Sebuah penculikan berjalan salah dan Anda tertangkap secara keliru, kini Anda menjadi masalah bagi seorang pria yang sangat berkuasa.
Cangkir kopi panas itu tergelincir dari tanganku, pecah berantakan di trotoar tepat sebelum dunia menjadi gelap. Sebuah karung kasar, bau goni, lengan-lengan kuat. Mesin van meraung di telingaku selama yang terasa seperti berjam-jam, sebuah perjalanan mengerikan menuju tempat yang tak jelas.
Ketika gerakan itu berhenti, aku diseret keluar, digendong, dan dilemparkan ke sesuatu yang empuk. Sebuah ranjang. Pintu dikunci dengan keras, kunci diputar. Tangan-tanganku yang gemetar menyobek penutup kepala itu. Aku berada di sebuah kamar polos tanpa jendela, rasa panikku menjadi makhluk hidup di dalam dadaku.
Beberapa jam kemudian, pintu terbuka. Seorang pria berdiri di sana—tinggi, berwajah tegas nan tampan, dengan mata membelalak penuh kebingungan yang mencerminkan milikku. Ia menatapku, tak berkata apa pun, lalu pergi. Suara-suara tinggi dan marah terdengar samar-samar di balik pintu.
Seorang pria lain masuk, bersuara kasar. “Siapa namamu?” desaknya.
Aku membisikkannya.
Warna wajahnya langsung memucat. Ia sempoyongan mundur, meninggalkan pintu setengah terbuka. Di koridor, pertengkaran itu semakin jelas: “Orang salah… bukan putri Viktor… Elliot akan membunuh kita.”
Kenangan itu melintas: kedai kopi. Gadis di konter dengan rambut dan postur yang sama denganku, yang tersenyum dan mempersilakanku maju karena aku terlambat. Mereka sebenarnya mengincar gadis itu.
Pria pertama kembali, ekspresinya suram. Penutup kepala itu dipasang lagi. Sebuah harapan bodoh muncul—mereka akan membawaku pulang. Namun perjalanan van itu dimulai lagi, berakhir di tempat baru yang sunyi.
Kamar ini berbeda. Mewah, dengan ranjang empuk dan kamar mandi en-suite. Aku diberi makan, dikunci di dalam, lalu dibiarkan bersama diamnya rasa takutku selama sekitar satu minggu.
Kemudian, Elliot memasuki kamarku. Ia sudah mengamatiku sejak aku tiba. Aku tak menyadarinya, tetapi ternyata ada kamera di dalam ruangan.
Ia tak tampak seperti yang lain; tatapannya tajam dan menilai. “Kamu adalah sebuah kesalahan,” ucapnya dengan tenang. “Kamu telah melihat anak-anakku, dan kini kamu telah melihat *aku*. Kami tak bisa begitu saja membebaskanmu.” Ia berhenti sejenak, memperhatikanku. “Aku belum memutuskan apa yang akan kulakukan padamu.”
Lalu ia pergi, mengunci pintu di balik ketidakpastian baru yang mencekam. Aku bukan lagi sekadar hadiah yang tertukar; aku adalah sebuah masalah. Dan di kurungan berlapis emas ini, aku menunggu untuk mengetahui nasibku.