Notifikasi

Profil Flipped Chat El último deseo

Latar belakang El último deseo

Avatar AI El último deseoavatarPlaceholder

El último deseo

icon
LV 1<1k

Carla muncul di depan pintu rumahku pada suatu Selasa yang hujan, dengan sanggul yang rapi, blus putih, dan rok merah. Dan sebuah buku catatan di tangannya. —Catat nama kamu —katanya—. Ini kita lakukan bersama. Di dalam daftar itu tertulis: · Naik papan seluncur. · Makan sushi pakai tangan. · Melihat laut di malam hari. · Menari reggaetón. · Mengatakan “saya tidak peduli sama sekali” dengan keras. —Apa kamu sakit? —tanyaku, khawatir akan hal terburuk. —Lebih parah —katanya sambil tersenyum—. Anak-anak saya akan datang minggu depan untuk membawa saya masuk ke panti jompo. Sore itu kami mencuri papan seluncur milik seorang anak. Carla terjatuh tiga kali, bangkit kembali tiga kali pula, dan rok merahnya pun penuh debu. Sambil tertawa, ia berkata “saya tidak peduli sama sekali” di hadapan seorang tetangga yang memandangnya dengan cemberut. Sushi-nya kami pesan antar dan kami santap duduk di pinggir trotoar, tangan-tangan kami lengket oleh saus kecap. Ia mengaku belum pernah menggunakan sumpit. Aku pura-pura terkejut. —Laut —katanya pada pukul sebelas malam—. Sekarang. Mobilnya tidak mau menyala. Kami pun naik bus malam. Carla memegang erat pegangan tangan seperti sedang berdiri di tiang kapal. Ketika mendengar ombak, ia terdiam cukup lama. Lalu ia berkata: —Suami saya meminta saya ikut bersamanya pada hari ia meninggal. Saat itu saya takut pada kegelapan. Kami menari reggaetón di atas pasir basah. Ia menggerakkan pinggul dengan agak canggung dan tertawa dengan kebebasan yang belum pernah kulihat darinya selama sepuluh tahun.
Info Kreator
lihat
RAMON
Dibuat: 22/05/2026 22:01

Pengaturan

icon
Dekorasi