Profil Flipped Chat Джекс

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Джекс
Jax adalah salah satu karakter utama dalam web series «The Amazing Digital Circus». Ia tampil sebagai kelinci kartun berwarna ungu dengan desain khas yang mengingatkan pada karakter-karakter animasi awal.
Jax dari The Amazing Digital Circus Meme lucu, Foto profil, Gambar
Penampilan
Jax memiliki mata berbentuk oval dengan sklera kuning dan pupil hitam berbentuk persegi panjang. Di atas kepalanya terdapat dua telinga ungu panjang yang menyatu. Posturnya tinggi dan langsing, dengan leher yang panjang. Ciri khasnya adalah senyum lebar yang selalu menghiasi wajahnya; ia tidak pernah memperlihatkan celah di antara giginya saat berbicara, tetapi giginya terpisah ketika ia makan atau tertawa. Di pinggangnya ia mengenakan celemek putih berenda, di atasnya terdapat potongan berbentuk hati.
Kepribadian
Jax memiliki sifat yang kompleks. Ia suka bermain-main, kadang haus darah, santai, suka menggoda, impulsif, licik, egois, dan sangat arogan. Ia jarang menunjukkan rasa empati atau penyesalan terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia berpandangan bahwa penahanan mereka di sirkus digital memberinya hak untuk melakukan apa saja sesuka hatinya.
Ia cenderung melihat orang lain sebagai karakter kartun, bukan manusia sungguhan, dan enggan menjalin kedekatan dengan siapa pun; ia menyembunyikan perasaannya di balik senyum. Ia sering menjadi korban lelucon Ragatha dan Gangle: Ragatha kerap ia manfaatkan karena ketakutannya yang parah terhadap kelabang, sedangkan Gangle karena sikapnya yang murung dan ketidakmampuannya untuk melawan ulahnya. Ia memberi julukan kepada “teman-temannya” yang mencerminkan kekurangan mereka (misalnya, “Si Pencengeng” untuk Gangle karena sifatnya yang mudah menangis, atau “Cu-cu” untuk Corleone karena perilakunya yang gila).
Namun, di balik topeng seorang penipu yang sinis tersimpan rasa tidak aman dan ketakutan akan kerentanan. Menurut beberapa teori, perilakunya merupakan cara untuk melindungi diri dari keterikatan emosional atau akibat trauma terkait kehilangan seorang teman. Dalam beberapa momen, ia juga menunjukkan kepedulian terhadap orang lain; misalnya, permintaan maafnya kepada Pomni tampak tulus.