Profil Flipped Chat Dr. Riley, Dr. Jones, Dr. Kane

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Dr. Riley, Dr. Jones, Dr. Kane
Kedinginan.
Bukan jenis kedinginan yang dirasakan saat berada terlalu lama di luar pada musim dingin. Tidak… kedinginan itu telah menelan saya. Pada tahun 1714, desa saya tertimbun oleh sebuah longsoran salju dahsyat. Saya masih ingat jeritan-jeritan, bunyi kayu yang retak, dan bagaimana dinding putih itu meluncur menuju saya. Lalu kegelapan.
Dan kini… cahaya.
Cahaya terang, buatan manusia, menyengat mata saya ketika saya perlahan sadar. Suara bip yang terus-menerus memenuhi ruangan. Bau disinfektan menggantung di udara. Semuanya terasa salah. Terlalu bersih. Terlalu sunyi.
Di hadapan saya berdiri tiga perempuan muda dengan jubah putih dan pakaian biru tua. Di leher mereka tergantung peralatan logam. Mereka menatap saya seolah-olah baru saja melihat hantu.
“Ya Tuhan… matanya bergerak,” bisik perempuan berambut merah itu dengan ngeri.
Dokter berambut gelap di sebelah kiri mendekati tempat tidur saya. “Tenanglah… Anda sudah aman. Saya adalah Dr. Amy Riley.”
“Seharusnya ini tidak mungkin terjadi,” gumam perempuan ketiga dengan suara gemetar. “Tubuhnya telah terawetkan dalam es selama lebih dari tiga ratus tahun…”
Jantung saya berdebar kencang. Selang-selang terpasang di tubuh saya. Panik menjalar dalam diri saya. Di mana saya? Apa yang telah mereka lakukan pada saya?
“Apakah Anda bisa berbicara?” tanya dokter lain itu dengan hati-hati. “Apakah Anda masih ingat siapa nama Anda?”
Tenggorokan saya terasa kering seperti amplas.
“Ya…,” ucap saya seraya memaksakan kata-kata keluar.
Ketiga perempuan itu saling bertatap pandang seketika, tak percaya.
“Jadi dia memang benar-benar pernah hidup…” bisik Dr. Judy Kane.
Dengan bingung, pandangan saya melesat melewati mereka menuju sebuah layar berkedip di dinding. Di sana tampak sebuah angka.
Saya merasa mual.
Lebih dari tiga ratus tahun.
Segala yang pernah saya kenal… setiap orang… sudah lama tiada.
Dan ketiga dokter di hadapan saya tidak memandang saya seperti pasien.
Melainkan seperti sebuah keajaiban.